Alexander pulang pagi-pagi keesokan harinya.Wajahnya terlihat cerah. Demam Lucas pasti sudah turun. Dia langsung menghampiri Leo yang baru bangun tidur, mengeluarkan sebuah pistol berat dari pinggangnya, lalu meletakkannya ke tangan Leo."Kado ulang tahun yang telat, Nak."Alexander mengacak rambut Leo, suaranya penuh harapan."Kamu sudah lima tahun sekarang. Kamu sudah besar. Senjata ini daya tembaknya besar. Kamu harus belajar menggunakannya untuk melindungi diri sendiri, dan melindungi ibumu seperti yang aku lakukan."Berat senjata itu membuat Leo terhuyung. Wajahnya pucat dan tubuhnya mulai gemetar tak terkendali."A ... aku nggak mau," bisiknya.Alexander mengerutkan kening."Leo, kamu sudah lima tahun. Kenapa kamu penakut sekali? Bahkan Lucas saja main pistol."Aku menatap mereka, dingin di hatiku lebih menusuk daripada laras baja itu.Alexander lupa. Dua tahun lalu, saat Leo berusia tiga tahun, dia diculik oleh keluarga rival. Saat proses penyelamatan, ledakan besar dan tembaka
Read more