Share

Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia
Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia
Author: Ivy

Bab 1

Author: Ivy
"Hapus identitas kami. Punyaku dan Leo. Hapus semuanya," kataku pada Marco, kenalanku di pasar gelap.

"Sophia? Kamu sudah gila? Kamu itu penasihat keluarga dan pembunuh bayaran nomor satu mereka. Bos Alexander nggak akan pernah membiarkanmu pergi," ujar Marco, suaranya penuh keterkejutan.

Aku menjahit sendiri luka tembak di perutku, suaraku datar tanpa emosi. "Itu urusanku. Aku nggak mau lagi ada Sophia dan Leo di dunia ini."

Beberapa detik keheningan menggantung di ujung sana sebelum Marco menghela napas. "Baik. Beri aku tiga hari."

Setelah Marco menutup telepon, aku bersandar pada dinding klinik yang dingin dan tertawa getir.

Semua orang iri dengan posisiku. Mereka melihatku sebagai tangan kanan Alexander, wakil bos tanpa gelar resmi. Mereka tidak tahu aku sudah menjadi istrinya selama lima tahun. Mereka tidak tahu tentang Leo.

Selama lima tahun itu, dia melarang putra kami memanggilnya "Papa".

"Ini akan membuat kalian jadi sasaran," katanya selalu. "Aku melakukan ini demi menjaga kalian tetap aman."

Aku memercayainya. Aku tinggal di balik bayangan, mengurus seluruh urusan keluarga, sampai cinta pertamanya, Bella, kembali ke Sibara dengan seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang benama Lucas.

Dia membawa Bella berbelanja secara terang-terangan. Dia membelikan Lucas mainan. Leo-ku hanya bisa melihat foto-foto paparazi mereka dari dalam area rumah yang terkurung.

Aku memejamkan mata, mengulang kejadian siang tadi di benakku, misi yang gagal total.

Lucas ingin piza dari tempat populer di pusat kota, jadi Alexander membawa mereka ke sana. Tanpa ragu. Lokasi mereka langsung bocor. Saat kami keluar dari restoran, tembakan senapan mesin menghujani kami seperti badai.

Alexander secara refleks menerjang untuk melindungi Bella dan Lucas, menutupi mereka dengan tubuhnya.

Aku dibiarkan terbuka. Sebutir peluru pun menembus perutku.

Bahkan sebelum sempat membalas tembakan, raungan Alexander menembus hiruk-pikuk.

"Sophia! Lindungi kami! Kamu satu-satunya yang bisa menahan mereka! Ulur waktu untuk kami!"

Dia mundur bersama Bella dan putranya, meninggalkanku hanya dengan siluet punggungnya yang dingin dan semakin menjauh.

Sambil menekan sisi perutku yang berdarah, aku membuat jalan keluar dari penyergapan itu.

Ketika tubuhku yang remuk akhirnya sampai di rumah sakit, aku mendapati Alexander sedang menenangkan Bella dengan lembut. Dia hanya mengalami satu goresan kecil, nyaris tak berarti.

"Alexander, aku takut ...," bisik Bella sambil bersandar di dadanya, memainkan peran korban rapuh dengan sempurna.

"Sudah selesai. Kamu aman sekarang." Alexander menenangkannya, mengusap rambutnya.

Bella melihatku. Dia meninggikan suaranya, pura-pura khawatir. "Sophia nggak marah, 'kan? Kita memang meninggalkannya di penyergapan itu ...."

Alexander bahkan tidak menoleh. "Nggak apa-apa. Dia kuat. Orang-orang itu bukan tandingannya."

Dia berhenti sejenak, suaranya berubah dingin. "Lagian, kalau saja enam tahun lalu dia nggak membiusku, kamu nggak akan pergi meninggalkan negara ini karena marah. Kamu nggak akan menderita. Dia berutang ini padamu."

Saat itulah hatiku hancur sepenuhnya.

Konyol sekali. Akulah yang menyelamatkannya.

Enam tahun lalu, Alexander dibius afrodisiak dalam jebakan yang dipasang keluarga rival. Aku menggunakan tubuhku sendiri sebagai penawar dan menyeretnya keluar dari kepungan.

Dua bulan kemudian, aku hamil.

Ketika Bella tahu, dia kabur dari Sibara dengan marah dan menikahi pria lain di Arika.

Aku baru mengetahui kebenarannya saat dia kembali enam bulan lalu. Dia menceraikan suaminya yang merupakan seorang pelaku kekerasan dan dia menjalani hidup yang menyedihkan.

Alexander menikahiku untuk bertanggung jawab. Dia memperlakukan aku dan Leo dengan cukup baik dan tak pernah membicarakan malam itu lagi.

Aku pikir dia telah belajar mencintai keluarga kami. Aku tidak menyadari bahwa dia masih percaya akulah yang merekayasa semuanya untuk menjebaknya.

Aku menyelesaikan perawatan lukaku dan menyetir kembali ke kediaman.

Di ruang tamu, Leo duduk di sofa dengan setelan kecil yang dibelikan Alexander untuknya, kakinya bergoyang-goyang, matanya berbinar penuh harap.

"Mama!" Dia melompat berdiri. "Kapan Papa pulang? Dia janji mau mengajakku ke taman bermain!"

Aku teringat Alexander di rumah sakit yang sedang memanjakan Bella. Dia tidak akan datang. Aku tahu itu.

Namun, melihat harapan di mata Leo dan menyadari kami akan pergi selamanya, aku mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Alexander.

[ Hari ini ulang tahun Leo yang ke-5. Kamu janji mau bawa dia ke taman bermain. Kamu bakal datang? ]

Di luar dugaan, balasan datang seketika.

[ Aku bakal sampai rumah satu jam lagi. ]

Leo melihat ekspresiku dan bersorak, "Papa bakal datang, 'kan? Aku tahu dia nggak akan lupa!"

Aku mengangguk, rasa hangat samar muncul di dadaku.

Mungkin ... mungkin aku salah. Mungkin dia masih peduli pada Leo.

Leo berlari ke dapur mengambil kue, dengan hati-hati menata lilinnya. "Mama, kita tunggu Papa buat menyalakannya ya?"

Satu jam berlalu. Tak ada yang datang. Dua jam berlalu. Sunyi.

Leo berbaring di ambang jendela, menatap gerbang. "Mama, Papa kena macet ya?"

Aku hampir saja mengarang alasan ketika ponselku berbunyi.

Notifikasi media sosial dari Bella.

Foto itu memperlihatkan Alexander di taman bermain, menggendong Lucas di bahunya, sementara kembang api meledak di langit. Lucas mengenakan setelan yang sama persis dengan milik Leo.

Keterangannya tertulis "Terima kasih untuk malam yang ajaib. Dua ksatriaku".
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia   Bab 9

    Di sebuah kota kecil di Risua, Alexander akhirnya menemukan Sophia dan Leo yang sedang berlibur di sana.Alexander sudah tidak tidur selama tiga hari. Matanya merah berurat, rahangnya dipenuhi janggut kasar. Aura bos mafia yang selama ini menekan siapa pun sudah lenyap tanpa sisa.Dia melihat Sophia keluar dari sebuah toko bunga kecil sambil menggenggam tangan Leo. Leo memeluk seikat bunga matahari kuning cerah. Keduanya mengenakan mantel wol tebal.Wajah mereka memancarkan kebahagiaan yang tenang, sesuatu yang sudah bertahun-tahun tidak pernah Alexander lihat.Alexander berlari maju dan mengadang jalan mereka."Sophia!" Suaranya bergetar oleh emosi, matanya memerah. "Kenapa kamu meninggalkanku? Kenapa kamu membawa Leo pergi?"Sophia menatapnya dengan tenang, tanpa berkata apa-apa.Alexander kehilangan kendali. Tuduhan demi tuduhan meluncur dari mulutnya."Kamu menjebakku dalam pernikahan ini dengan skema kehamilan, terus sekarang kamu seenaknya pergi begitu saja? Kamu pikir kamu bisa

  • Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia   Bab 8

    Di antara dokumen-dokumen yang berserakan itu, tergeletak sebuah perjanjian perceraian.Tangan Alexander gemetar saat dia membukanya. Di sana, tercetak jelas tanda tangannya sendiri yang tercoret kasar, lengkap dengan tanggal. Tanggal malam itu.Ingatan Alexander memutar ulang adegan tersebut.Sophia menyerahkan berkas itu dengan tenang, senyum lembut terukir di wajahnya. Dengan suara halus, dia menyuruh Alexander segera menyelesaikannya agar dia bisa mengurus Bella dan Lucas."Pergilah. Anak itu membutuhkanmu."Saat itu, Alexander justru sangat tersentuh oleh "pengertian" Sophia. Dia bahkan memujinya, mengatakan bahwa Sophia memiliki kelapangan dada seorang istri mafia sejati.Alexander membaca pasal demi pasal. Sophia tak meminta apa pun selain hak asuh penuh atas Leo. Tak ada pembagian aset keluarga, tak ada tunjangan. Dia bahkan melepaskan seluruh perhiasan dan properti atas namanya.Alexander tenggelam dalam kebingungan mendalam.Kenapa? Kenapa kepergiannya begitu mutlak?Dia tida

  • Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia   Bab 7

    Setelah jamuan itu, Alexander pergi ke sebuah bar dan menenggak minuman hingga benar-benar mabuk. Dia secara spontan mengeluarkan ponsel dan menekan nomor Sophia karena sudah terbiasa begitu.Dia ingin Sophia menjemputnya dan membawanya pulang, seperti yang telah dia lakukan berkali-kali sebelumnya.Namun, sambungannya mati.Barulah saat itu dia tiba-tiba teringat, Sophia sudah pergi bersama Leo.Alexander terhuyung-huyung pulang dalam keadaan mabuk dan mendorong pintu kamar tidur utama. Kekosongan di dalam ruangan itu langsung membuatnya sedikit tersadar.Secara refleks, tangannya meraih pistol di atas nakas, kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun hidup di ujung bahaya. Hal pertama yang selalu dia lakukan setiap malam saat pulang adalah memastikan senjatanya ada.Namun kali ini, jemarinya justru menyentuh selembar kertas gambar yang kasar, bukan baja dingin.Alexander mengambil kertas itu dan menatapnya saksama. Itu adalah gambar keluarga yang digambar Leo dengan krayon. Di te

  • Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia   Bab 6

    Namun, sebelum Sophia berhasil dilacak, Konferensi Perdamaian Lima Keluarga sudah duluan tiba. Jamuan makan malam ini akan menentukan keseimbangan kekuasaan serta pembagian keuntungan di Sibara untuk sepuluh tahun ke depan.Secara tradisi, seorang Don hadir bersama keluarganya atau seorang pendamping perempuan. Selama ini, Sophia selalu berada di sisi Alexander.Kepala Alexander terasa berdenyut.Bella mengajukan diri. "Alexander, ajak aku. Aku ingin membantumu."Alexander ragu.Bella pura-pura terluka, air mata menggenang di matanya."Apa karena aku nggak cukup pantas? Aku tahu aku nggak bisa dibandingkan dengan Sophia ...."Alexander teringat tahun-tahun penderitaan Bella, serta perlakuan buruk yang dia alami akibat skema Sophia."Baiklah. Kamu ikut denganku."Jamuan itu digelar di kastel leluhur Keluarga Morawa. Lima bos mafia duduk mengelilingi meja panjang. Di tengahnya terbentang sebuah perkamen berharga berisi perjanjian gencatan senjata.Negosiasi berjalan lancar. Bermodalkan p

  • Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia   Bab 5

    Keesokan paginya, tepat ketika Alexander baru saja bersiap menangani operasional harian keluarga, jaringan internal tiba-tiba diserang serangan siber yang presisi dan penuh perhitungan. Penyerangnya jelas sangat memahami arsitektur sistem mereka, langsung membidik sistem inti pengelolaan keuangan.Alexander duduk di kantornya, menatap peringatan demi peringatan yang berkedip di layar. Seluruh jaringan keuangan lumpuh. Semua catatan transaksi tak bisa diakses.Menghadapi situasi darurat itu, Alexander refleks menekan tombol interkom."Sophia! Aktifkan Rencana Kontinjensi B. Kita sedang diserang siber. Tangani sekarang."Namun, yang menjawabnya hanyalah keheningan.Baru saat itu Alexander tersadar, Sophia tidak datang ke kantor pusat hari ini. Apa dia sedang kesal karena kejadian kemarin?Alexander langsung masuk ke sistem utama untuk menahan serangan itu sendiri, tetapi sistem keuangan inti ternyata sudah terkunci sepenuhnya oleh enkripsi tingkat tinggi. Tak satu pun kode aksesnya berfu

  • Melepaskan Identitas Sebagai Istri Bos Mafia   Bab 4

    Saat makan malam, Bella menyajikan hidangan laut yang mewah.Dia mengenakan celemek halus dengan senyum sempurna, lalu berterima kasih pada Alexander dan aku."Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih atas keramahan kalian."Meja hampir tak sanggup menahan berat lobster, kepiting, dan abalon, dengan sepanci sup seafood harum di tengahnya.Bella menyendokkan semangkuk besar khusus untuk Leo."Leo, Sayang, ayo cicipi masakan Tante."Leo hanya melirik sup itu sekilas, lalu langsung menggeleng. Wajah kecilnya waspada.Senyum Bella membeku. Kilatan kesal melintas di matanya sebelum dia cepat-cepat menggantinya dengan ekspresi rapuh penuh luka.Suaranya bergetar. "Aku sudah menyiapkan ini dari jam dua siang ...."Lucas langsung menyiram bensin ke api, suaranya nyaring dan tajam."Jangan-jangan Tante Sophia dan Leo memang nggak mau kita di sini? Makanya mereka nggak mau makan masakan Mama?"Wajah Alexander langsung menggelap. Di matanya, putranya bersikap tidak sopan, membuat Bella dan Luc

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status