"Mas, aku ngga betah tinggal di kontrakan ini. Bisa ngga kalau aku di rumah mu aja?" tanya Jessica berbaring di atas ranjang. "Sabar dulu ya, dek. Mas akan cari alasan agar istri mas mau, kita di sini selama satu bulan soalnya udah dibayar," balas Adit memeluk Jessica dari belakang. "Kamu tuh cinta sama aku atau mbak Vania, sih?" sahut Jessica cemberut. "Ya sama kamu dong," jawab Adit semakin mengeratkan pelukan. "Lebih cantikkan kamu daripada wanita itu." "Masa sih, mas?" "Iya, adek." Adit mencium punggung bagian belakang Jessica yang terbuka. "Vania tuh cuman mas manfaatin harta orang tuanya saja dari dulu." "Oh, gitu, ya." "Mas tidur dulu udah malem, capek seharian kerja." Adit menganggukkan kepala kemudian memilih untuk memejamkan mata karena kecapean setelah seharian bekerja. Sekarang dia tinggal di kontrakan bersama Jessica, wanita yang dicintainya semenjak dikeluarkan dari pekerjaan. Bertemu dengannya seperti mengubur kenangan lama yang membuat dirinya merasa be
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya