LOGINVania dan Adit adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama lebih dari 10 tahun, sebagai wanita Vania selalu merasa kesepian karena ditinggal kerja oleh suaminya. Aditya Gumala—pria itu bekerja di kapal pesiar yang pulangnya tidak menentu. Kadang bisa satu bulan penuh di rumah, kadang juga satu tahun penuh bekerja dan hanya memberi kabar kurang lebih lima kali saja. Saar hati Vania gundah datang lah seorang pria tetangga bernama Geraldino Abimanyu—pria muda yang usianya terpaut cukup jauh dengannya. Hingga suatu hari secara tak sengaja Vania memergoki Kelvin sedang bermain dengan entah pacar atau cuman ONS saja di balkon rumah pria itu. Sejak saat itu, kesepian yang telah lama dia pendam kembali menyeruak. Keinginan untuk menikmati ranjang yang hangat tak bisa ditoleransi lagi.
View MorePagi-pagi buta Vania membangunkan Vino, dia sudah mengemasi barang dengan rapi ke dalam koper. Hari ini juga dia akan pergi dari rumah yang selama ini telah ditempati dan banyak sekali kenangan bersama sang anak. Untungnya uang lima puluh juta yang seharusnya untuk menyicil hutang Adit masih berada di dalam genggaman. Dia akan pergi mencari kosan lalu membuka bisnis kecil-kecilan di sana. "Vino, bangun. Mandi dulu sana," ujar Vania sembari merapikan beberapa pakaian anaknya yang belum sempat dia masukkan ke dalam koper. "Kamu libur sekolah dulu, bunda mau ajak ke suatu tempat. Mau?" "Iya, bun." Vino segera bangkit kemudian berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sembari menunggu sang anak, Vania menyiapkan baju untuk dipakai oleh Vino, dia juga sengaja tidak membangunkan Adit dan Jessica yang terang-terangan tidur satu kamar. Dia tidak mau menyalahkan suaminya karena dirinya sendiri juga memiliki hubungan gelap dengan tetangga. Meski beberapa bulan terakhir semenj
Pagi-pagi buta, Vania mendengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumah. Dia segera bangkit untuk melihat siapa yang datang pukul empat dini hari. Sesampainya di depan, dia mendapati Mas Adit yang sangat berbeda dengan tiga bulan yang lalu turun dari mobil. Tubuh pria itu menjadi kurus dan kulitnya berubah agak gelap. Sebenarnya pekerjaan apa yang diberikan oleh Gerald pada Mas Adit hingga mampu membuat pria itu berubah total. Lantas Vania pun segera menghampiri suaminya untuk membantu bawa masuk barang bawaan yang sepertinya tidak banyak. Hanya ada satu koper dan satu kantung plastik bercorak zebra. "Mas sini, biar aku bantu." Vania meraih kantung plastik di tangan sang suami. Dia bisa merasakan aura yang berbeda, entah kenapa perasaannya tidak enak. "Kalau boleh tahu, mas kerja apa?" "Banyak, kalau aku sebutkan satu-persatu bisa sampai nanti sore," balas Adit melirik ke arah wanita di sebelahnya. Sungguh dia dari dulu memang tidak menyukai Vania sama sekali, kalau bukan
Keraguan terus muncul di dalam hati Vania setelah melihat rumah tetangga yang sekarang kosong. Gerald seperti menghilang begitu saja, entah pergi ke mana dia tidak mendapatkan kabar. Bahkan pesan yang dia kirimkan sejak dua bulan yang lalu belum mendapatkan balasan. Untungnya di rumah ada Jessica sehingga dia tidak merasa kesepian. Coba saja jika tidak, apakah dia bisa melewati masa-masa kelam lagi? Dia juga tidak mendapat kabar dari suaminya, entah di mana pria itu berkerja. Uang yang akan dia gunakan untuk menyicil hutang Adit masih utuh karena Gerald tak pernah mau menerima."Mbak, akhir-akhir ini kok kelihatannya kayak ngga semangat gitu?" tanya Jessica yang duduk di sofa sambil menyusui. "Apa karena Mas Adit ngga ngasih kabar? Tenang aja mbak mas bakalan pulang kok minggu depan.""Kok kamu bisa tahu?" balas Vania menatap ke arah Jessica di sebelahnya."Kan minggu depan udah tiga bulan sejak Mas Adit pergi," jawab Jessica tersenyum lebar."Tiga bulan? Apa maksudnya? Mas Adit ngga
"Do you like it?" gumam Gerald posisinya berada di atas Vania sambil memeluk erat tubuh wanita itu."Hmm, ahh. Enak banget," balas Vania juga memeluk tubuh kekar milik Gerald. Sesekali dia mencakar punggung lebar pria itu saat tusukkan di lubang hangat miliknya begitu dalam.Permainan panas antara Vania dan Gerald sangat menggairahkan, mereka seperti ditakdirkan untuk saling melengkapi. Gerald tampak berkeringat karena sudah melakukannya selama dua kali dan belum cukup. Sedangkan Vania terkulai lemas di atas ranjang king size milik pria itu menerima sesuatu yang besar masuk ke dalam tubuhnya.Perasaan yang telah lama hilang mulai datang kembali, Vania mencintai pria ini meski hanya bercinta saja. Tubuhnya seakan meminta untuk dimainkan oleh Gerald tanpa berhenti sedetik pun. Meski terlihat lelah dia tetap melayani tenaga sosok yang mendesah kenikmatan di atasnya. Melihat bagaimana wajah itu tampak keenakan membuat dirinya ikut bergairah."Aku mau keluar lagi!" Gerald mendorong pinggul






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews