Malam di Jakarta tidak pernah benar-benar sunyi, namun di area belakang SMA Cakrawala, keheningan terasa seperti kain kafan yang menyesakkan. Hujan sisa sore tadi masih meninggalkan aroma tanah basah dan genangan air yang memantulkan cahaya lampu merkuri yang berkedip-kedip.Jihan, Jagad, Clarissa, dan Sari berdiri di depan lemari besi besar di gudang olahraga. Napas mereka memburu. Setelah mendengar penjelasan singkat Clarissa di gedung orkestra tadi, Jagad tidak bisa menunggu satu detik pun untuk membuktikan kebenaran tentang kakeknya."Dorong, Gad! Satu... dua... tiga!" bisik Clarissa.Dengan tenaga Jagad dan bantuan dorongan dari Kael yang baru saja bergabung (setelah dipaksa Galang untuk ikut "ronda malam"), lemari besi itu bergeser. Pintu kayu kecil di baliknya terbuka. Namun, ada yang salah. Grendel bajunya sudah tidak terkunci. Pintunya sedikit menganga, seolah mengundang mereka masuk ke dalam kegelapan."Clar, bukannya tadi lo bilang lo u
Dernière mise à jour : 2026-01-21 Read More