Hanoi menyambut mereka dengan kebisingan yang kacau namun ritmis. Ribuan sepeda motor membelah jalanan seperti aliran sungai yang tak pernah putus, klakson yang bersahutan menciptakan simfoni urban yang jauh berbeda dengan keteraturan Singapura yang dingin. Udara di sini terasa lembap, membawa aroma *pho* yang gurih dan asap knalpot yang pekat. Bagi Jihan, kebisingan ini biasanya terasa menyiksa, namun kali ini, dia merasa Hanoi memberikan kamuflase yang sempurna dari kejaran Simfoni Hitam.Mereka mendarat menggunakan identitas palsu yang disediakan oleh jaringan Mr. Singh. Jihan kini dikenal sebagai "Linh", seorang mahasiswi musik pertukaran pelajar, sementara Jagad menjadi "Dung", asisten atletik yang menemaninya.Namun, identitas palsu tidak bisa menutupi kenyataan yang menyakitkan.Di dalam sebuah van tua yang membawa mereka menuju utara—ke arah pegunungan Sa Pa—Jagad duduk di barisan paling belakang. Dia mencoba memegang sebuah jeruk, namun jari-jarin
Dernière mise à jour : 2026-01-25 Read More