“Lukamu sangat parah, nanti kebetulan ada Tabib Lu di kediaman jadi aku akan meminta sebuah salep yang tidak meninggalkan bekas luka padanya. “ Ucap Xu Qingyu. “Sebenarnya… luka ini bukan masalah besar. Seandainya terjadi sesuatu pada Nyonya muda maka Yueyue tidak tahu harus melakukan apa lagi. “Balas Yueyue dengan sedih. “Jika terjadi sesuatu pada Nyonya muda maka Yueyue akan… akan menemani Nyonya muda bahkan jika itu berakhir kematian. “Lanjut Yueyue. “Anak bodoh, bagaimana kamu bisa mengatakan hal tersebut? Hidup adalah anugerah luar biasa. Jika suatu hari nanti aku mati dan kamu bisa bertahan hidup, maka berjanjilah padaku bahwa kamu akan hidup dengan baik. “ Balas Xu Qingyu dengan senyum lembut. Yueyue menatapnya dengan pandangan berkaca kaca dan ingin memeluk Xu Qingyu jika saja mereka tidak sedang menuntun kuda. “Yueyue, bagiku kamu bukan pelayan. Kamu adalah keluargaku, kamu adalah saudariku. Jadi, jangan memandang dirimu sendiri rendah lagi. Aku juga memiliki hadiah untu
Read more