LOGINApa yang terjadi jika kamu dinikahkan dengan orang yang telah kamu kagumi selama tiga tahun lamanya? Itulah yang dialami oleh Nona Kelima Keluarga Xu, Xu Qingyu yang dijodohkan dengan Tuan Adipati. Namun, siapa yang menyangka bahwa ini adalah gerbang menuju kemalangannya? Tuan Adipati tidak benar benar mencintainya. Melainkan hanya mencari seorang wanita acak untuk menggantikan cinta sejati Tuan Adipati yang telah direbut oleh Putra Mahkota. "Kita telah menikah selama tiga tahun, apakah kamu benar benar tidak ada perasaan sedikitpun padaku? " Tanya Xu Qingyu dengan gemetar. "Sejak awal hingga akhir, kita memang tidak ada hubungan apapun. " Jawab Tuan Adipati dengan dingin. "Kalau begitu, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal di kehidupan ini. " Namun rencana takdir justru terus menerus mempersatukan mereka yang ingin berpisah. Akankah hati Tuan Adipati yang dingin dapat diluluhkan oleh Nona Kelima Xu yang polos dan naif?
View MoreXu Qingyu menoleh ke belakang dan tidak menyangka bahwa kakaknya akan menyerah begitu saja. Xu Qingyu ingin mengatakan lebih banyak namun Xu Yin menggelengkan kepalanya kecil dan memberi isyarat untuk tidak mengejar masalah ini lagi. “Kalau begitu maka pemenang dalam pertandingan ini adalah Nyonya muda Adipati Yunwan, Xu Qingyu. “ Ucap Ibu Suri pada akhirnya. “Qingyu berterima kasih atas berkah yang diberikan. “ Balas Xu Qingyu dengan sopan menundukkan kepalanya. Kemudian orang orang pun mulai bubar dan Xu Qingyu langsung berlari untuk mengejar Xu Yin. “Kakak… maafkan aku. “Gumam Xu Qingyu merasa tidak enak hati. Jelas sekali bahwa sulaman milik Xu Yin tidak lebih buruk darinya bahkan bisa dikatakan kalau mereka berada di tingkatan yang sama. Namun Xu Yin tidak menang yang membuat Xu Qingyu merasa tidak nyaman, hal ini membuatnya merasa bersalah. Mungkin dirinya yang berpikir berlebihan namun Xu Yin terlihat cukup murung karena kekalahan ini. “ Untuk apa minta maaf? Kamu mem
Sekarang Xu Qingyu tahu apa alasan mengapa tidak ada nama yang dituliskan dari karya yang mereka kumpulkan. Karena jika mereka menuliskan nama maka akan ada favoritisme dari juri dengan mengandalkan kedekatan. Sehingga mereka perlu kerahasiaan dan murni menilai dari hasil karya yang disajikan di depan mereka. Bukan dari siapa yang menghasilkan karya tersebut. Masing masing gadis bangsawan maju dan menyampaikan hasil karya mereka. Xu Qingyu kebetulan di ujung sehingga dirinya merupakan orang terakhir yang melangkah maju. Di sampingnya, Xu Yin melangkah maju dan memberi hormat sebelum akhirnya menyebutkan hasil karyanya. “Hasil karya Xu Yin adalah seekor bebek mandarin yang sedang menatap pantulan dirinya sendiri di danau, di bawah naungan pohon persik. “Ucap Xu Yin dengan sopan. Kemudian Xu Yin pun segera mundur dan dirinya segera maju dan memberikan hormat, melakukan prosedur yang sama dengan Xu Yin. “Hasil karya Xu Qingyu adalah sebuah pemandangan di Taman Timur Istana yang m
Chuntao yang telah berusaha sekuat tenaga untuk bergerak cepat menyampaikan informasi kepada Ling Shang justru terlambat selangkah. Karena Ling Shang dan lainnya sudah berburu bersama dengan Kaisar. Sehingga Chuntao sudah tidak bisa menyusul lagi ke dalam Arena Perburuan. Karena masalah ini maka Chuntao segera berlari ke area yang terpencil dan mengeluarkan sesuatu dari dadanya. Lalu menarik tuasnya dan sebuah benda melesat ke langit sebelum akhirnya meledak dengan sangat indah. Itu tidak lain tidak bukan adalah kembang api, kembang api khusus yang digunakan oleh Ling Shang untuk memberikan sinyal darurat. “Tuan muda, semoga kamu paham dengan tanda ini. “ Ucap Chuntao dengan gelisah. Sementara di sisi lain Ling Shang sedang berburu seekor rubah putih, namun tiba tiba dikejutkan oleh kembang api yang melesat tinggi di dekatnya. Matanya langsung membelalak dan berusaha untuk mencerna apa yang terjadi pada saat ini, kenapa sinyal bahaya sedang dikirimkan di sini? “Mungkinkah Yu'e
Permaisuri pada akhirnya tidak tinggal selama Putri Huailing di Istana dan tidak menemukan cara untuk membantah Putri Huailing sehingga hanya tertawa kecut dan menutupi wajahnya dengan malu. “Adik ipar benar, urusan Istana dalam selalu menumpuk sehingga aku kewalahan. Yin'er, kamu tidak menyalahkan Ibu kan? “ Tanya Permaisuri pada Xu Yin. “Yin'er tidak berani untuk melakukannya. “ Jawab Xu Yin dengan sopan. Permaisuri menepuk nepuk bahu Xu Yin dan meninggalkannya, kemudian para gadis gadis muda dari keluarga bangsawan pun diminta untuk berkumpul dan duduk di halaman belakang Istana yang telah disiapkan tempat duduk untuk mereka. Di sana ada beberapa puluh meja dan masing masing meja ada alat alat menjahit yang bisa digunakan mereka untuk menyulam. “Di sini ada benang dan sapu tangan polos, aku ingin para gadis muda berkreasi dan menyulam apa yang telah kalian lihat di pemandangan sebelumnya. “ Ucap Ibu Suri. “Mengenai siapa yang paling indah akan dinilai olehku, Permaisuri dan P












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore