Cakra menutup matanya. Ia lalu menarik napas dalam. Dan untuk pertama kalinya, ia sepenuhnya menyerahkan kendali pada Inti Awan."Aku percaya padamu," bisiknya pada Inti Awan. "Tunjukkan padaku jalan untuk menang."Inti Awan merespon...Energi meledak dari tubuh Cakra, tapi bukan energi destruktif seperti sebelumnya. Ini energi yang mengalir, natural, seperti angin yang bertiup, seperti awan yang melayang.Dan tubuh Cakra... berubah!Kulitnya menjadi semi-transparan, seperti kabut yang mengambil bentuk manusia. Matanya bersinar putih murni. Rambutnya bergerak meski tidak ada angin, seperti awan yang berputar."Bentuk Sejati Awan," bisik Rafael di tribun, matanya terbuka lebar. "Dia mencapai tahap itu? Dalam beberapa minggu?"Di arena, Cakra, atau sesuatu yang dulunya Cakra, menatap Kaisar Pedang."Mari kita coba lagi," suara Cakra bergema dengan nada harmonis.Kaisar Pedang untuk per
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya