Di dalam kabut Gunung Awan Abadi, Cakra terus mendaki.Setelah Ujian Pertama, ia berjalan selama waktu yang terasa seperti berhari-hari, meski ia tidak bisa memastikan. Di sini, waktu mengalir aneh, kadang cepat, kadang lambat, kadang seperti berhenti sama sekali.Akhirnya, kabut mulai berubah warna. Dari putih murni menjadi abu-abu gelap. Dan kemudian hitam.Cakra berhenti, insting memperingatkannya akan bahaya.Dari kegelapan, sesuatu mulai muncul. Bukan musuh dari luar. Tapi sesuatu dari dalam.Bayangan.Bayangan yang memiliki bentuk dirinya sendiri. Tubuh tinggi, postur, bahkan cara berdiri. Tapi mata bayangan itu menyala merah, dan aura yang mengalir darinya adalah kegelapan murni."Siapa kau?" tanya Cakra, Cambuk Awan sudah siap di tangannya.Bayangan itu tersenyum, senyuman kejam yang membuat Cakra merinding. "Aku adalah kau. Versi yang kau tolak. Versi yang kau sembunyikan di balik topeng pahlawan.""Aku tidak mengerti.""Oh, kau mengerti," bayangan itu melangkah maju. "Aku
Terakhir Diperbarui : 2026-01-24 Baca selengkapnya