Mendengar kalimat itu, wajah Doreen yang sudah masam langsung menjadi semakin suram karena kesal. Dia menatap pria di sampingnya.Deon menunduk menatapnya, lalu berkata, "Doreen, kamu duluan saja."Doreen menggigit bibir dengan perasaan tertekan, melotot tajam ke arah Elara, lalu berbalik dan pergi.Deon kemudian menoleh ke arah Elara. Cahaya lampu yang terang jatuh di wajah tampannya yang tegas. Sorot matanya dalam, dingin, dan sulit ditebak."Selama lima tahun ini, saat Elise membutuhkan ibunya, kamu ada di mana?"Pupil Elara langsung menyempit. Dia menatap Deon dengan tajam. Jadi, Deon menyalahkan dirinya atas ucapan orang-orang tentang Elise?Pria itu melanjutkan, "Jadi yang harus kamu atur itu dirimu sendiri. Pikirkan gimana cara menebus Elise, bukan malah membawanya bertemu pria yang nggak ada hubungannya."Emosi di hati Elara bergejolak. Dia menatap pria itu dan berkata, "Deon, kamu benar-benar nggak tahu malu ya."Ekspresi Deon tetap tenang. "Aku nggak ingin melihatmu membawa E
Read more