Saat menarik kembali pandangannya, dia memperhatikan sebuah Bentley yang terparkir di seberang jalan."Oh ya, ibumu bilang akhir-akhir ini kalian bertengkar cukup hebat. Bagaimanapun juga, dia tetap ibumu. Mana ada dendam antara ibu dan anak?"Vidi tak bisa menahan cibiran dalam hati. Saat itu, ponselnya bergetar. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu berkata kepada William, "Ayah, aku angkat telepon dulu.""Ya."Vidi menerima panggilan itu. "Halo."Suara Deon terdengar dari seberang sana. "Kapan sampai?""Ada sedikit urusan, mungkin agak terlambat."Deon berdeham pelan. "Oke."William samar-samar mendengar suara dari ujung telepon. Rasanya agak familier. Namun, karena lawan bicara hanya mengucapkan satu kalimat, dia tidak yakin siapa orang itu dan tidak terlalu memikirkannya.Melihat Vidi meletakkan ponselnya, William bertanya, "Ada urusan pekerjaan?"Vidi menjawab, "Nggak juga. Bukan sesuatu yang mendesak.""Kalau begitu, gimana kalau kita makan dulu? Hari ini Ayah yang traktir."Vidi tid
Leer más