Vidi tidak berkata lebih jauh dan hanya memberi isyarat secukupnya. Saat dia hendak melangkah pergi, Vitara tiba-tiba berkata, "Doreen sudah diperlakukan nggak adil. Vidi, apa kamu nggak sayang sama adikmu? Nggak seharusnya kamu minta pertanggungjawaban ke dia."Langkah Vidi terhenti. Dia menoleh ke arah ibunya dan berkata dengan suara berat, "Menurut Ibu, aku harus minta pertanggungjawaban ke siapa? Deon, Billy, Arizo, atau sekalian ke istrinya Deon?"Vitara menatap putranya sambil bertanya dengan nada serius, "Vidi, apa bagimu kepentinganmu sendiri selalu menjadi yang paling penting?"Mendengar itu, wajah Vidi tetap datar. "Apa yang kuinginkan pernah benar-benar penting di hati Ibu?"Vitara tertegun. Untuk sesaat, dia tidak mampu berkata apa-apa.Vidi menarik kembali pandangannya dengan dingin, lalu melangkah pergi."Vidi!" teriak Vitara.Namun, Vidi tidak berhenti. Dia naik ke mobil, dan sopir segera melajukan mobil meninggalkan vila.Siang hari, tiba-tiba dia menerima pesan singkat
Leer más