"Pikirkan baik-baik sendiri."Vidi tidak mengatakan apa-apa lagi dan berbalik meninggalkan ruang kerja.Deon menyandarkan tubuhnya dengan berat ke sandaran kursi. Rahangnya menegang dan wajah tampannya tampak muram. Entah berapa lama dia terdiam seperti itu. Akhirnya, dia mengambil ponsel dan menelepon Irma.Dua hari lalu, Irma sudah pulang sendirian ke dalam negeri. Setelah kecelakaan yang dialami Deon kali ini, masih ada banyak urusan Keluarga Atmadja yang harus ditangani.Saat ini, dia sedang berada di kediaman lama keluarga.Melihat telepon dari Deon, Irma segera menjawab, "Deon.""Bu, aku mau nanya sesuatu."Mendengar nada serius putranya, hati Irma tanpa sadar menegang. Namun, dia tetap bertanya dengan nada biasa, "Apa?"Deon bertanya, "Selama ini, Ibu benar-benar nggak pernah menemui Elara?"Irma menjawab dengan nada tak berdaya, "Kamu mengalami kecelakaan sebesar itu. Mana mungkin Ibu masih punya pikiran untuk mengurus dia? Deon, dulu kamu nggak pernah seperti ini. Dia cuma seo
Ler mais