Aku sampai di rumah. Sambil menjinjing sepatu hak tinggi, aku berdiri dengan kaki telanjang yang kelelahan di depan pintu. Suara sensor sidik jari terdengar sangat pelan, hingga tidak akan mengejutkan siapa pun.Aku ingin segera mencari suamiku untuk meminta ketenangan, baik secara psikologis maupun fisik. Aku hanya ingin memeluknya erat-erat. Namun tiba-tiba, terdengar suara lenguhan aneh dari dalam kamar, serta suara pria dan wanita yang sedang bercanda pelan?Jantungku seolah berhenti berdetak. Aku mengintip perlahan.Di atas tempat tidur yang besar itu, ada suamiku dan bibi tersayangku. Selimut yang berantakan dan dua orang yang sedang bercumbu tanpa henti. Aku bahkan bisa mencium aroma yang tak terlukiskan dari sana."Menyebalkan! Pelan sedikit, apa kamu nggak takut kalau Susi pulang dan melihat kita?""Siapa yang menyebalkan? Ayo, biarkan aku memelukmu lagi, jangan berhenti.""Aku nggak bercanda.""Alah, Susi? Dia itu cuma psikopat yang wajahnya saja yang cantik! Lucu seka
Read more