Bagai disambar petir di siang bolong, Claire terhenyak melihatnya, ia melangkah mundur secara tak sadar. Senyumnya raib seketika, ia meremas sisi gaunnya hingga kusut. Perasaan cemas itu berubah menjadi kepanikan dan rasa takut. Esther yang melihat keberadaannya, langsung tersenyum dan menyapa dengan akrab. "Nona Saintess, selamat sore, tak kusangka kita akan bertemu di sini." Claire tersenyum kaku, membungkuk takzim. "Saya juga tidak menyangka akan bertemu dengan Yang Mulia Permaisuri di sini …."William menyahut, "Kau belum kembali ke kuil? Bukankah sudah terlambat?" Claire tertunduk. Ia ingin menjawab, tapi keberadaan Esther mendadak membuat lidahnya kelu. "I-iya …, Baginda. Saya baru akan kembali sekarang." William mengangguk singkat. "Kalau begitu, silakan."Claire membungkuk takzim, di kejauhan, Henry mengamati situasi itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Saat Claire mendekat padanya, ia hanya segera membuka pintu dan menuntunnya masuk, lalu segera menjauhkan kereta k
Terakhir Diperbarui : 2026-04-04 Baca selengkapnya