Malam harinya, selepas mandi, Esther duduk di meja kerja di kamarnya sambil membaca surat balasan dari Duchess Luthadel dan yang lainnya. Ia mendapat respon baik dari rekan-rekannya. Emma mengetuk pintu, lalu masuk sambil membawa botol anggur. "Minumannya saya letakkan di sini, Yang Mulia." Ia meletakkan botol anggur itu di atas meja bundar dekat jendela, tempat Esther memakan camilan, atau terkadang makan malam saat sedang sendirian. "Terima kasih, kau sudah boleh beristirahat." Esther merapikan surat-surat itu. Tak lama setelah Emma pergi, pintu kamar kembali terbuka. Namun karena tak kunjung terdengar suara seseorang atau langkah kakinya, Esther menoleh menatap pintu kamarnya. Ia sedikit terkejut saat melihat William berdiri di ambang pintu sambil diam menatapnya. "William? Ada apa?" William tersentak. "Oh, tidak apa-apa. Aku hanya terkejut saja melihatmu masih terjaga. Sudah dua malam kau sudah tidur lelap sat aku datang."Esther tersenyum. "Aku menunggumu, bukankah sudah
Last Updated : 2026-04-28 Read more