Cassia bersedekap, memandangi pemandangan di depannya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Di ruang gawat darurat itu, Anne masih meraung sambil memeluk tubuh Summer yang kaku. Isak tangisnya memenuhi lorong, menyayat siapa saja yang mendengarnya. Namun Cassia justru tersenyum tipis, wajah cerahnya kontras dengan suasana duka yang menyelimuti seluruh ruangan."Besar juga nyalimu."Vivian tidak menyahut. Tubuhnya tersembunyi di balik tembok, namun telinganya menangkap setiap detail tangisan itu dengan jelas. Matanya tidak berkedip menatap Anne yang hancur di sana.Sejak awal, niatnya memang sudah bulat: menyingkirkan Summer. Bukan karena benci pada anak itu, melainkan karena Summer adalah putri Max. Namun rencana itu sempat tenggelam ketika Zion hadir dan mengalihkan perhatiannya. Vivian membiarkan dirinya terjebak pada harapan lain, harapan yang lebih hangat.Sampai Mario mewariskan seluruh hartanya pada Anne.Sejak momen itu, dendam Vivian menyala kembali, lebih panas dan lebih gelap
閱讀更多