Mag-log inAnne Roselle diusir keluarganya saat hamil di usia 18 setelah kekasihnya menolak bertanggung jawab. Delapan tahun kemudian, pria itu kembali dan masih mencintainya, namun kini ingin merebut puteri mereka sebagai alat mengikat Anne. Saat Zion Kenneth menawarkan pernikahan demi melindungi mereka, kecemburuan saudara tiri Anne memicu tragedi yang merenggut nyawa sang anak. Hancur dan dipenuhi dendam, Anne bersumpah: mereka yang menghancurkan hidupnya akan membayar segalanya. Dan satu per satu rahasia yang disimpan Zion perlahan tersingkap bersama dendam Anne.
view moreVIVIANVivian berusaha melepas cengkeraman rantai yang mengikat kaki dan kedua tangannya. Bunyi gemerincing terdengar nyaring saat rantai beradu dengan lantai. Dia telah dipindahkan ke ruangan lain yang jauh lebih sempit. Tidak ada jendela di sana, hanya lampu temaram di langit-langit dan sebuah ventilasi kecil yang ukurannya tidak lebih dari dua puluh sentimeter.Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan Vivian langsung menoleh. Ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu, wajah Vivian seketika berubah.“Asher,” gumamnya. “Lepaskan aku!”Pria itu masuk tanpa tergesa dan pintu tertutup di belakangnya. Dia memehang sebuah alat suntik ditangannya. Melihatnya, wajah Vivian langsung berubah. Dia mundur selangkah.“Apa yang kau lakukan?” Dia menggeleng takut. “Jangan mendekat!”Asher tidak menjawab. Dia berjalan mendekat dengan ekspresi yang begitu tenang hingga justru membuat Vivian semakin ketakutan.“Kau tahu apa yang paling membuatku marah?” tanyanya.Vivian menelan ludah. “A-aku ti
Mia sedang membersihkan boneka Summer dan menyusun kembali ke lemarinya. Gadis itu tertegun melihat susunan boneka itu. Semua boneka itu dibelinya khusus untuk Summer, tapi siapa yang menyangka, belum sempat dia berikan pada Summer, anak itu sudah meninggalkannya.Air mata Mia jatuh tanpa dia sadari. Dia tidak pernah menyimpannya. Boneka-boneka itu dipajang di lemari khusus dalam kamarnya.Hari ini tepat empat bulan Summer pergi. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, dan dia sangat merindukan Summer.“Sudah ku bilang jangan ganggu aku,” sungutnya tanpa melihat saat mendengar pintu kamarnya dibuka, lalu ditutup kembali tak lama setelahnya.Mia duduk, menatap boneka-boneka itu sambil menahan napas. Dia berbalik, namun tubuhnya membentur seseorang. Dia mendongak, matanya membulat.“Asher?”Apa yang dilakukan pria ini di rumah bibinya? Kenapa dia datang lagi? Bukankah waktu itu dia sudah benar-benar mengatakan akan pergi?“Mia.”Suara rendah itu mengingatkan Mia pada masa lalu mereka
Anne mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi rasa sakit langsung menjalar dari hampir seluruh tubuhnya. Wajahnya meringis. Dia kembali ingat bagaimana Marcus menyiksanya seperti sesuatu yang tidak bernyawa.Membayangkan tubuhnya jatuh dari ketinggian berkali-kali membuat Anne memejamkan mata, menahan ngilu dan sakit yang datang menyergap. Ada ketakutan, ada kegelisahan, namun ketika tangan Zion menyentuh pundaknya, kesadaran Anne kembali.“Jangan bergerak.” Zion segera menahannya, suara pria itu terdengar sangat lembut. “Tubuhmu belum sepenuhnya pulih.”Anne menatapnya lama, lalu mengangguk lemah. Kemudian tangannya bergerak mencari sesuatu. Seolah tahu apa yang dia mau, Zion meraih tangan Anne, tetapi wanita itu justru mengulurkan tangannya kepadanya seperti menawarkan bantuan.Zion tersenyum. Dia berdiri, lalu berjalan tertatih menuju sisi ranjang. Setelah efek obat tidur yang disuntikkan padanya hilang, Zion benar-benar tidak tidur sama sekali memikirkan Anne. Hal itu membuat tubuhnya
Hari pertama berlalu, hari kedua menyusul setelahnya. Pada hari ketiga, keadaan Anne masih sama. Dia belum membuka mata sama sekali. Namun, dokter terus mengatakan hal yang sama.“Kondisi vitalnya stabil.”Kalimat sederhana itu menjadi satu-satunya hal yang membuat Asher tetap bertahan di sisi Anne, menunggu dengan sabar sampai Anne kembali sadar. Dia sudah kehilangan selama puluhan tahun, dia tidak keberatan jika akan menunggu beberapa hari lagi.Pagi itu, setelah pemeriksaan rutin, Asher merapikan selimut Anne seperti biasa. Tiba-tiba pintu kamar kembali terbuka. Asher yang sedang menunduk menyelimuti Anne langsung menoleh. Zion berada di sana.Pria itu datang menggunakan kursi roda. Wajahnya masih pucat. Luka tembak yang dideritanya belum sepenuhnya pulih, tetapi dia bersikeras datang begitu kondisinya memungkinkan. Asher menegakkan tubuh, menatapnya tanpa ekspresi.“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Asher dengan nada dingin.Zion tidak menjawab. Dia mengacuhkan Asher sepenuhnya.
Anne mengamati wajah Zion dari jarak yang nyaris tanpa celah. Keringat tipis masih membasahi dahinya, namun sesuatu dalam diri pria itu telah berubah sejak beberapa menit lalu. Tangannya tidak lagi gemetar. Justru genggamannya pada tangan Anne terasa semakin kuat, seperti dia tengah berusaha menah
Dua puluh lima tahun lalu.Lorong rumah sakit malam itu diterangi cahaya putih yang dingin dan tajam. Aroma obat-obatan menyeruak bercampur dengan suara langkah sepatu para perawat yang bergerak cepat dari satu ruangan ke ruangan lain. Di antara semua orang yang lalu-lalang itu, satu sosok kecil b
Anne benar-benar tak bisa mengatakan apa pun saat tangan Asher terlepas dari tubuhnya. Pelukan itu terasa sangat aneh, seperti sebuah pertemuan yang detik kemudian berubah jadi perpisahan.Pun saat Asher menuruni anak tangga, dia masih bungkam. Dia ingat, tidak terlalu banyak pertemuannya dengan As
Kalimat itu menghantam dada Anne terlalu keras. Anne menatap Don yang merasa bersalah padanya. Sejak kapan Zion tidak mau bertemu dia? Bukankah pria itu selalu bersemangat setiap kali melihat Anne?“Maafkan aku.” Don menghela napas. “Tapi aku hanya menjalankan perintah Tuan Zion. Aku juga tidak tah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore