Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku

Nikah Kontrak, Diam-Diam sang Penguasa Mencintaiku

last update최신 업데이트 : 2026-05-02
에:  Mirielle방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
31 평가 순위. 31 리뷰
131챕터
6.3K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Anne Roselle diusir keluarganya saat hamil di usia 18 setelah kekasihnya menolak bertanggung jawab. Delapan tahun kemudian, pria itu kembali dan masih mencintainya, namun kini ingin merebut puteri mereka sebagai alat mengikat Anne. Saat Zion Kenneth menawarkan pernikahan demi melindungi mereka, kecemburuan saudara tiri Anne memicu tragedi yang merenggut nyawa sang anak. Hancur dan dipenuhi dendam, Anne bersumpah: mereka yang menghancurkan hidupnya akan membayar segalanya. Dan satu per satu rahasia yang disimpan Zion perlahan tersingkap bersama dendam Anne.

더 보기

1화

Gugurkan Saja

“Gugurkan saja anak itu. Aku tidak bisa menikahimu!”

Kalimat itu jatuh dengan datar, tanpa ragu, tanpa jeda.

Anne Roselle menatap pria di hadapannya seolah sedang menunggu dia tertawa dan berkata itu hanya lelucon.

Namun, Max Harold tidak tertawa, tidak juga tampak merasa bersalah. Wajahnya terlalu kaku untuk melemparkan sebuah lelucon.

“Kau serius?” suara Anne nyaris berbisik.

Max menghela napas panjang, seakan-akan dialah yang sedang menghadapi masalah besar. “Anne, pikirkan semua ini dengan baik. Kau hamil, aku akan kuliah ke luar negeri, dan sekarang kau bicara soal menikah dan bertanggung jawab. Apa kau tidak merasa ini terlalu kebetulan?”

Alis Anne berkerut. “Kebetulan apa maksudmu?”

Saat ini, mereka memang baru saja lulus dari sekolah menengah. Malam kelulusan itu bahkan baru terjadi beberapa hari yang lalu.

Max bersandar santai. “Ya … seolah semuanya terjadi tepat saat aku akan pergi. Aku jadi bertanya-tanya. Ini ... sungguh kecelakaan atau sudah direncanakan?”

“Kau menuduhku?” Anne mengernyitkan dahinya.

“Aku tidak menuduh.” Max tersenyum tipis. “Aku hanya mencoba berpikir secara logis. Kita harus realistis, An, bukannya malah emosional seperti yang kau lakukan saat ini.”

Kedua tespack di atas meja yang diletakkan Anne sejak dia duduk di meja itu terasa seperti bukti yang tiba-tiba saja tidak ada artinya. Jemarinya bertaut gelisah di bawah meja. Bukan seperti ini yang dia inginkan. Tidak. Dia tidak berharap menerima reaksi seperti ini dari orang yang dicintainya selama tiga tahun ini.

“Max, aku tidak akan mungkin hamil tanpa ...”

“Tanpa apa?” potong Max cepat, seolah sudah tahu apa yang akan Anne ucapkan. “Anne, dunia ini tidak sepolos dan sesempit itu. Kau tak perlu munafik di depanku.”

Kalimat itu seperti tamparan yang amat menyakitkan. Anne berusaha tetap tenang, meneguhkan hati demi keputusan yang perlahan disesalinya.

“Aku tidak pernah menyentuh pria lain.” Suara gadis itu terdengar rendah, namun penuh ketegasan.

“Aku tidak bilang kau melakukannya dengan pria lain.” Max mengangkat bahu, penuh keengganan. “Aku kan hanya bilang kemungkinan itu selalu ada. Jangan sensitif. Jangan memutarbalikkan perkataanku.”

Anne menelan ludah, sebuah senyum pura-pura tergambar di wajahnya.

“Kau yang memintaku menyerahkan diri,” ungkapnya pelan, kata-kata itu lolos dengan nada sarat ketidakpercayaan. “Sebulan yang lalu. Kau bilang kau mencintaiku. Kau bilang aku milikmu. Kau bilang ... aku harus menyerahkan diri padamu sebagai bentuk rasa cintaku. Aku melakukan semua yang kau minta.”

Max tersenyum samar, lalu mengangguk-anggukkan kepala. “Memang. Aku memang mencintaimu. Tapi justru karena itu aku tidak mau hidupmu hancur.”

“Hidupku hancur?”

“Ya. Bayangkan, kau hamil di usia delapan belas. Tanpa rencana. Usia yang amat sangat muda. Masa depanmu tidak akan jelas.” Suaranya terdengar lembut dengan nada membujuk, bahkan terlalu lembut hingga rasanya dia seolah peduli. “Aku menyelamatkanmu dari sebuah kesalahan besar, Anne.”

“Menyelamatkanku? Dengan memintaku menggugurkan anakku?”

“Anak itu bahkan belum tentu itu anakku,” koreksi Max cepat dengan suara yang nyaris tak terdengar, namun telinga Anne menangkap satu per satu kata itu dengan sangat jelas.

Hening merayap sejenak ketika Anne tidak sanggup menemukan hal apa yang harus dia katakan lagi. Dia sudah kalah sejak awal. Harusnya dia tidak melakukannya. Harusnya dia tidak dengan mudahnya percaya pada Max.

“Juga,” Max kembali melanjutkan kalimatnya setelah dia terlihat berpikir selama beberapa detik, “kau tahu, ukuran janinnya juga belum terlalu besar. Prosedur aborsi untuk janin sekecil ini amat cepat. Aku akan menanggung semua biayanya. Setelah itu, kita bisa melanjutkan kehidupan kita seperti biasa. Kau bebas, begitu pula diriku.”

“Melanjutkan kehidupan seperti biasa? Kehidupan yang mana?” Anne semakin tak paham dengan arah pikiran Max.

“Well, aku kuliah ke luar negeri, dan kau akan melanjutkan kuliahmu juga di sini. Kita bisa saling mencintai tanpa beban. Ini sudah solusi yang paling tepat, rasional, dan juga dewasa.”

“Kau yakin itu solusi yang paling tepat?”

“Tentu saja.” Max condong sedikit, menatap Anne dengan tajam. “Jangan egois, An. Jangan karena perasaanmu, masa depan kita berdua jadi hancur. Kau tidak menginginkannya, kan?”

Egois?

Tuduhan itu menusuk jauh lebih dalam dari kalimat mana pun. Anne mengangguk perlahan. Dia tahu apa yang harus dia lakukan usai berbicara panjang dengan Max.

“Baiklah,” ungkapnya pada akhirnya.

Terlihat kelegaan langsung terpancar di wajah Max. Dia tersenyum cepat. “Nah, begitu. Aku tahu kau pintar. Kau paling mencintaiku di dunia ini dan kau tidak akan mau melihatku menanggung beban ini terlalu cepat.”

Anne mengangguk lagi, seolah dia membenarkan. “Ya. Aku akan menggugurkan janin ini.”

Ekspresi wajah Max makin berbinar.

“Bagus, An. Sekarang, kita bisa ke klinik atau ke rumah sakit. Aku punya beberapa kenalan,” katanya sambil mengutak-atik ponselnya, tidak melihat jika Anne bersiap untuk pergi. “Aku bisa buat janji temu sekarang atau ...”

“Hubungan kita selesai!” potong Anne cepat.

“Apa?” suara Max tajam, wajahnya terangkat menatap Anne. “Kau bilang apa barusan?”

“Sejak kau memintaku menghilangkan nyawa anakku, sejak kau meragukanku, sejak kau menjadikan masa depanmu sebagai alasan untuk membunuh janin dalam perutku, saat itu juga kita selesai.”

“Anne, tapi aku ...”

“Aku tidak menyangka aku akan mencintai pria sepertimu.” Anne tersenyum mengejek dirinya sendiri. “Rupanya, dulu aku terlalu bodoh untuk memahamimu.”

Rahang Max mengeras, dia ikut berdiri. “Kau terlalu dramatis, Anne. Semua yang ku katakan itu hanya alasan yang realistis. Kau tidak perlu sensitif seperti ini. Kalau memang hormonmu sedang ...”

“Aku memang mencintai pria yang salah, dan itu kenyataan,” potong Anne cepat.

Max menegang, dia meraih tangan Anne ketika gadis itu hendak pergi. “Katakan kau akan menggugurkannya, An. Kau tahu kan, tidak ada seorang pria pun yang menginginkan wanita hamil?”

“Aku tak butuh pria untuk semua ini.” Anne melepas tangannya dengan kasar. “Ini tubuhku. Kau dan siapa pun tak berhak mencampurinya. Ini urusanku.”

Anne berbalik. Langkahnya tegas keluar dari cafe tempatnya bertemu dengan Max. Namun, ketika dia sudah jauh dari pandangan pria itu, air mata yang sedari tadi ditahannya mendadak luruh. Butiran bening itu jatuh perlahan, semakin deras seiring dengan tatapannya yang semakin kabur.

Dia tidak menyangka, pria yang mengatakan cinta padanya setiap hari itu hanyalah seorang pria yang tidak bertanggung jawab.

“Pria brengsek!”

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

평점

10
100%(31)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
31 평가 순위 · 31 리뷰
리뷰 작성하기

리뷰더 하기

Ness
Ness
sudah baca. bagus. good job penulis
2026-04-28 23:10:12
0
1
Rosa santika
Rosa santika
Izin promo Thor ... Judulnya: AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU
2026-04-06 20:52:11
0
0
arachezzz
arachezzz
seru gak ini novel..?
2026-04-05 10:18:31
1
1
arachezzz
arachezzz
seru gak ini novel..?
2026-04-05 10:17:58
1
1
Capuccino
Capuccino
selama ramadhan libur baca, eh pas baca lagi buset dah, mantep banget ceritanya. semangat kakak author.
2026-03-23 22:47:41
0
0
131 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status