เข้าสู่ระบบAnne Roselle diusir keluarganya saat hamil di usia 18 setelah kekasihnya menolak bertanggung jawab. Delapan tahun kemudian, pria itu kembali dan masih mencintainya, namun kini ingin merebut puteri mereka sebagai alat mengikat Anne. Saat Zion Kenneth menawarkan pernikahan demi melindungi mereka, kecemburuan saudara tiri Anne memicu tragedi yang merenggut nyawa sang anak. Hancur dan dipenuhi dendam, Anne bersumpah: mereka yang menghancurkan hidupnya akan membayar segalanya. Dan satu per satu rahasia yang disimpan Zion perlahan tersingkap bersama dendam Anne.
ดูเพิ่มเติมGerimis tipis masih menggantung di udara ketika Mia mendorong pintu restoran dan masuk ke dalamnya.Dia merapatkan longcoat yang membalut tubuhnya, mengibaskan sisa rintik hujan yang menempel di bahunya, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tempatnya tidak terlalu ramai untuk malam seperti ini, hanya beberapa pasang tamu yang berbicara pelan di meja masing-masing, dan aroma kopi yang mengambang di udara hangat.Asher mengangkat tangan dari meja di sudut ruangan. Mia menemukannya dengan cepat, lalu berjalan ke sana dengan langkah yang lebih tegas dari yang seharusnya, seolah ingin membuktikan bahwa dia datang bukan karena mau, melainkan karena terpaksa.Dia meletakkan tasnya ke belakang kursi dengan bunyi yang cukup keras, duduk, dan langsung bicara tanpa basa-basi."Kau pesan saja makanannya. Setelah ini tidak ada lagi hutang di antara kita, dan kita tidak perlu bertemu lagi!"Asher menatapnya sebentar, lalu menyeringai kecil. "Kau menyesal mengajakku makan?""Aku menyesal
Anne duduk mematung di kursi panjang ruang tunggu rumah sakit. Pakaiannya masih sama sejak tadi, dipenuhi noda darah yang sudah mulai mengering dan menggelap di beberapa bagian. Dia tidak bergerak untuk membersihkannya. Entah karena tidak punya tenaga, atau karena dia sendiri tidak tahu harus melakukan apa selain menunggu.Lampu merah di depan ruang operasi masih menyala. Belum ada kemungkinan operasi akan selesai.Zion duduk di sampingnya tanpa banyak bicara. Dia melepas jaketnya perlahan, lalu membalutkannya ke pundak Anne yang terasa dingin saat disentuh. Anne tidak menolak, tapi tidak berterima kasih juga. Tatapannya masih kosong, mengarah ke lantai."Kau baik-baik saja?" tanya Zion pelan.Anne menggeleng.Zion tidak memaksa. Dia hanya menatap gadis itu sejenak, lalu ikut menatap ke arah yang sama. Waktu terus berjalan, tapi seolah tidak ada yang berubah. Lampu merah itu tetap menyala. "Kau khawatir?" tanyanya lagi.Anne menggeleng untuk kedua kalinya.Zion menghela napas tipis
Anne meletakkan ponselnya di atas ranjang. Layarnya mati, tapi pesan berisi alamat itu masih terbayang di benaknya.Dia melirik Zion. Pria itu terlelap dengan kepala yang bersandar santai di dadanya, tangan kekarnya melingkar di pinggang Anne.Anne menghela napas pelan agar tidak membangunkannya. Sebenarnya dia kesal. Supir Mario terus berupaya menghubunginya seolah tidak pernah paham dengan kalimat Anne.Jika dia tidak mau berhubungan lagi dengan keluarga Roselle.Dia tidak mau ada kaitan lagi dengan keluarga Roselle dalam bentuk apa pun. Dia tidak mau Vivian salah paham dan mengira Anne berniat merebut kembali kasih sayang orang tuanya.Tapi ada sesuatu yang tidak beres malam ini.Jantungnya berdetak terlalu cepat, dan itu bukan karena kesal. Ada sesuatu yang mengganjal di ujung perasaannya, semacam kegelisahan yang tidak bisa dia ungkapkan. Wajah Mario sekilas melintas dalam benaknya dan Anne mengedipkan mata, mencoba mengusirnya."Kenapa jantungmu berdetak sekencang itu?" gumam Zi
“Kapan kau meninggalkan pria itu?” Jack mencium tengkuk Mary saat keduanya selesai melampiaskan hasrat masing-masing.“Belum sekarang.” Mary berbaring menghadap Jack. “Situasinya belum menguntungkan kita.”“Puluhan tahun, Mary.” Jack mendesah. “Puluhan tahun aku merelakanmu bersama pria itu. Aku bahkan ragu apakah kau masih mengingatku sebagai suamimu atau bukan.”Mary tertawa kecil, telapak tangannya menyentuh wajah Jack, satu-satunya pria yang dicintainya. “Tentu saja. Kau adalah pria pertamaku. Ayah dari putriku. Bagaimana aku bisa melupakanmu?”“Tapi sampai kapan kita harus begini? Kau istri sahku, tapi lihat kita sekarang. Aku bahkan harus diam-diam bertemu denganmu seolah-olah kita ini sedang selingkuh.”Mary tertawa lagi, lalu ekspresinya berubah. “Aku rasa sulit jika aku menggugat cerai darinya sekarang. Pria itu keras kepala. Jika dia tidak mau bercerai denganku, bagaimana? Lagipula, aset atas namaku belum semuanya. Tunggu sebentar lagi, sampai aku dan Vivian mewarisi semuany
“Dokter ... Dokter ...”Zion berteriak panik. Suaranya memenuhi lorong rumah sakit sambil menggendong Anne. Gadis itu terkulai lemas, seolah tak lagi memiliki nyawa. Darah masih terus mengalir dari pipinya dan sedikit dari goresan di lehernya.Beberapa perawat mendorong brankar. Usai meletakkan Ann
Anne meronta, berusaha mengeluarkan suara dan menendang dengan kakinya. Barang-barang berjatuhan dengan kasar, meja kecil bergeser. Namun di luar, karena alunan musik, tidak ada seorang pun yang mendengar. Pria itu mengehempaskan tubuh Anne kembali ke ranjang. Dengan kasar, dia menghujamkan pisau t
Anne meregangkan otot lehernya yang kaku. Sambil memukul pelan lengannya, dia kembali membantu dua pegawainya mengurus cafe. Wajahnya terlihat lelah, namun rasa lelah itu dibayar dengan berkembangnya cafe dengan pesat.“Nona Anne, bagaimana kalau kau istirahat saja dulu?” Salah satu pegawainya meny
Anne menganga, melirik pria itu sekali lagi.Apakah dia selesai dari Max? Kenapa dia memilih pria paruh baya?“Sayang, bisakah kau tunggu aku di mobil? Aku ingin bicara sedikit dengan wanita itu,” bisik Vivian, berusaha menjaga jarak, tapi pria itu sudah terlanjur terpesona padanya.Dia mencium bib






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม