Vivian berdecak kagum mengamati gedung bertingkat di hadapannya. Pagi ini adalah hari pertamanya. Setelah memastikan riasannya sempurna, dia melangkah dengan pasti. Tubuhnya tegak, dadanya membusung, bokongnya meliuk ke kanan dan kiri. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai bebas, dan tak lupa, kancing kemeja yang sengaja tidak dikancing seluruhnya. Gaji adalah haknya, tapi bertemu pria yang bisa memberinya harta dan kepuasan adalah insentif lain. Ventura Production, aku datang! Vivian diantar langsung oleh salah satu staff lobi. Bukan ke ruangan HRD, dia malah diantar ke ruang direktur. Saat Vivian masuk, bangku direktur membelakanginya dan dua orang pria berjas lengkap berdiri mengapitnya. Dia sama sekali tidak tahu siapa yang duduk di sana, dan kenapa ada bodyguard itu. Sekilas, Vivian teringat pada bodyguard Zion. Mereka terlihat sama. Tapi untuk apa bodyguard Zion di sini? Aku pasti salah, pikir Vivian. “Tuan, Saya Vivian, manager produksi yang baru.” Sepi. Tidak ada suara.
อ่านเพิ่มเติม