Sebelum masuk ke ruang rapat, Vivian memoles riasannya terlebih dahulu. Dia sengaja memakai lipstik merah andalannya. Lipstik itu adalah senjata baginya untuk memikat para pria kaya. Dan dia yakin, Trevor juga akan jatuh padanya.“Sudah ku katakan, bahkan jika Max tidak mau lagi denganku, aku masih bisa mendapatkan para pria,” gumam Vivian, mengagumi pantulan dirinya sendiri di cermin. “Yah, walaupun Trevor adalah pria yang tidak terlalu kaya, tapi seharusnya perusahaan ini akan berkembang setahun lagi. Sedikit menderita selama setahun ini tidak ada apa-apanya dengan hasil yang akan ku dapat kelak.”Lalu dia tertawa tersipu dengan pemikirannya sendiri. Vivian tidak lupa menyemprot parfum ke pakaiannya dan menghirup dalam-dalam.“Senjata kedua. Sekarang, semuanya sempurna. Trevor, kau akan segera jatuh cinta padaku dan aku akan keluar dari kemiskinan sialan ini!”Vivian mengernyit, melihat dirinya lebih lama di balik pantulan kaca.“Ada yang kurang,” desisnya. Dia menjulurkan lehernya
閱讀更多