Keesokan harinya, Imelda terbang kembali ke tanah air.Namun, seperti yang dikatakannya, Imelda hanya mengambil rute penerbangan ke Nevora. Hampir setiap minggu, Imelda tiba di Nevora. Setiap kali itu pula, dia akan berdiri di depan pintu rumahku sepanjang malam, tetapi aku tidak pernah sekali pun membukakan pintu untuknya.Lama-kelamaan, kehidupanku di Nevora perlahan mulai berjalan normal. Aku mendapatkan lisensi menyelam, lisensi terbang dan lisensi paralayang.Di musim panas, aku pergi ke Sungai Mataya.Di musim dingin, aku pergi ke Pegunungan Ardel.Bahkan, di akhir tahun itu, aku terpilih sebagai karyawan terbaik tahunan di maskapaiku, sekaligus menjadi kepala pramugara untuk seluruh divisi maskapaiku di Nevora.Selama masa ini, ada banyak gadis yang berinisiatif dan terang-terangan mulai mengejarku. Namun, tak satu pun dari mereka yang kugubris.Hati yang pernah terluka, meski sudah sembuh, bekas lukanya akan tetap ada.Bagiku, karier adalah yang utama.Setelah itu, untuk waktu
Leer más