LOGINPernikahan sudah berjalan tiga tahun, tetapi istriku yang seorang pilot sudah 18 kali membatalkan rencana pendaftaran pernikahan kami. Yang pertama, karena pemuda yang dimentorinya melakukan uji terbang. Aku menunggunya seharian penuh di depan kantor catatan sipil. Yang kedua, saat di tengah jalan, dia menerima telepon dari pemuda yang dimentorinya itu. Kemudian, dia tiba-tiba berbalik arah dan menurunkanku begitu saja di pinggir jalan. Setelah itu, setiap kali aku dan dia berjanji untuk mendaftarkan pernikahan, pemuda yang dimentorinya itu selalu saja mengalami berbagai masalah. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Namun, tepat di saat aku melangkah naik ke pesawat menuju Nevora, dia justru mengejarku sampai ke sana seperti orang gila.
View MoreJika hal ini terjadi tiga tahun lalu, aku pasti akan menolak keputusan perusahaan ini, meski perusahaan menawarkan gaji dan jabatan yang lebih tinggi.Namun, setelah tiga tahun berlalu, luka di hatiku sudah sembuh total.Oleh karena itu, aku menerima keputusan perusahaan tersebut dengan senang hati.Sehari sebelum kembali ke tanah air, aku mengirim pesan WhatsApp kepada Alan Alfian, mantan rekan kerja sekaligus sahabatku.[Aku besok pulang. Gimana kabar Pak Gerry dan yang lainnya?]Begitu mendengar kabar aku akan pulang, sahabatku itu langsung heboh bukan main. Dia mengobrol denganku sampai tiga jam penuh, seakan dia ingin aku segera naik pesawat dan sampai di tanah air saat itu juga.Keesokan harinya, pesawat mendarat.Sahabatku itu adalah orang pertama yang langsung berlari menghampiriku. Manajer dan beberapa rekan kerjaku di masa lalu, juga ikut menyambutku.Waktu tiga tahun sudah membuat mereka terlihat tua.Namun, begitu melihatku, mereka semua terlihat terkejut.Itu karena, selam
Keesokan harinya, Imelda terbang kembali ke tanah air.Namun, seperti yang dikatakannya, Imelda hanya mengambil rute penerbangan ke Nevora. Hampir setiap minggu, Imelda tiba di Nevora. Setiap kali itu pula, dia akan berdiri di depan pintu rumahku sepanjang malam, tetapi aku tidak pernah sekali pun membukakan pintu untuknya.Lama-kelamaan, kehidupanku di Nevora perlahan mulai berjalan normal. Aku mendapatkan lisensi menyelam, lisensi terbang dan lisensi paralayang.Di musim panas, aku pergi ke Sungai Mataya.Di musim dingin, aku pergi ke Pegunungan Ardel.Bahkan, di akhir tahun itu, aku terpilih sebagai karyawan terbaik tahunan di maskapaiku, sekaligus menjadi kepala pramugara untuk seluruh divisi maskapaiku di Nevora.Selama masa ini, ada banyak gadis yang berinisiatif dan terang-terangan mulai mengejarku. Namun, tak satu pun dari mereka yang kugubris.Hati yang pernah terluka, meski sudah sembuh, bekas lukanya akan tetap ada.Bagiku, karier adalah yang utama.Setelah itu, untuk waktu
Sementara itu, aku sudah sampai di bandara Nevora dengan selamat.Begitu mendarat, belasan rekan kerja dari maskapai negara ini langsung menyambutku dengan hangat.Ini ketiga kalinya aku datang ke Nevora.Harusnya, aku tidak begitu mengenal atau memahami kota ini. Namun, melihat segala sesuatu yang asing di sekitarku ini, aku justru merasa sangat rileks.Itu karena aku tahu, mulai hari ini, aku hanya perlu hidup untuk diriku sendiri.Di negaraku, aku bisa menjadi yang terbaik di maskapai penerbangan selama tujuh tahun berturut-turut. Di sini pun, aku bisa melakukan hal yang sama.Bukan hanya itu saja, banyak hal yang tidak sempat aku lakukan saat bersama Imelda, kini bisa aku masukkan ke dalam rencana.Bermain ski, mendaki gunung, terjun payung, pergi melihat aurora borealis, banyak sekali hal yang lainnya ….Namun, di luar dugaan, tepat di hari keduaku di Nevora, sewaktu aku pulang kerja dan sampai di rumah, Imelda muncul di hadapanku.Sebagai seorang pilot, Imelda tidak pernah minum
"Apa?""Imelda, kamu bilang apa? Kamu mau ambil rute penerbangan ke Nevora? Aku nggak salah dengar, 'kan? Bukannya dulu kamu pernah bersumpah nggak bakalan mau terbang ke Nevora lagi seumur hidupmu? Lima tahun lalu gara-gara hal ini, aku sampai harus mengajukan permohonan khusus ke kantor pusat buat kamu dan malah kena semprot habis-habisan."Belum sampai satu menit setelah Imelda mengirimkan pesan singkatnya, sebuah panggilan telepon masuk. Di ujung telepon, terdengar suara yang penuh dengan rasa terkejut dan tidak percaya.Lima tahun lalu, sejak penerbangan Imelda ke Nevora mengalami kecelakaan, Imelda mengajukan permohonan ke kantor pusat untuk tidak akan pernah terbang lagi ke Nevora. Jika kantor pusat tidak menyetujui permintaannya, Imelda lebih memilih untuk mengundurkan diri.Kejadian ini diketahui oleh semua orang lama di maskapai tersebut pada saat itu.Namun, sekarang, Imelda justru mengajukan diri secara sukarela untuk mengambil penerbangan ke Nevora. Bagaimana mungkin hal i






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.