"Kak, cepat berteduh di bawah payungku, jangan sampai kehujanan."Amelia berjinjit memayunginya, Laurent segera mengambil payung itu.Suami yang dulu memandangku dengan dingin, kini justru dengan penuh perhatian memiringkan payung ke arah adikku, lalu merangkulnya ke dalam pelukan, takut adikku terkena setetes hujan pun.Dia sedang tersenyum, ketika tiba-tiba adikku bertanya, "Kakak, bagaimana dengan Kak Elena? Dia nggak pulang, juga nggak menghubungimu?"Senyum Laurent mendadak menghilang. Dengan nada tidak sabar, dia berkata, "Jangan pikirkan dia. Hari ini ulang tahunmu, jangan biarkan orang yang tak pantas mengganggu kebahagiaanmu.""Ayo, aku ajak kamu makan malam, anggap saja menebus kesalahanku karena tadi pergi lebih awal."Keduanya berjalan berdampingan, benar-benar seperti sepasang pengantin baru yang manis.Aku berada di belakang mereka, membiarkan tetesan hujan menembus jiwaku, menghancurkan sisa harapanku yang terakhir.Laurent, kalau kamu merasa orang tuamu mati karena aku,
Read more