Isabella tidak kunjung tidur malam ini, wanita itu terus bergerak gelisah dalam pelukan Aldrich. Sesekali ia membalikkan badan, lalu bersembunyi lagi dalam dada Aldrich dan begitu terus. Aldrich yang tersadar istrinya gelisah, pria itu membuka matanya dan mendekap Isabella erat-erat. "Kenapa, Sayang?" tanya Aldrich mengelus kepala Isabella dan mengecupnya. "Tidak apa-apa," jawab Isabella lirih. Namun wajahnya tidak bisa berbohong dia sedang sangat sedih. "Kalau tidak apa-apa, kenapa sedih begini, hem?" Jari tangan Aldrich mengelus pipi Isabella yang halus dan lembut. Wanita itu mendusal. Isabella merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada tubuhnya, terutama pada perutnya yang nyeri, tapi tak lama kemudian hilang, dan begitu terus. Ditambah lagi, Isabella merasa gelisah karena memikirkan sang kakek, juga surat yang dikirimkan oleh Kakeknya siang tadi. "Sayang, apa perutmu sakit?" tanya Aldrich menyentuh perut Isabella. Sekali lagi Isabella menggeleng. Wanita itu perlahan bangun
Last Updated : 2026-05-24 Read more