Ia berbalik, melangkah cepat menuju pintu. Ia harus menjelaskan semuanya kepada Azalea, menjelaskan mengapa ia menahannya, mengapa ia harus melindunginya. Ia harus membuatnya mengerti bahwa ia tidak bermaksud menyakitinya, melainkan menyelamatkannya dari takdir yang jauh lebih kejam.Lucas menaiki tangga dengan langkah tergesa-gesa, jantungnya berdebar kencang. Ia mengabaikan rasa sakit di bahunya, fokus pada satu tujuan: Azalea. Ia mencapai pintu kamar Azalea, yang kini sudah tidak terkunci. Ia membuka pintu perlahan.“Azalea,” panggilnya, suaranya serak.Namun, kamar itu kosong.Ranjang rapi, bantal masih sedikit berbekas, tetapi tidak ada Azalea di sana. Lucas melangkah masuk, matanya menyapu setiap sudut ruangan. Tidak ada tanda-tanda gadis itu.Kepanikan mulai merayapi Lucas. Ia melihat sekeliling, dan matanya tertuju pada jendela yang terbuka lebar. Angin malam masuk, menggoyangkan tirai. Dan di sana, menjuntai dari tiang ranjang, adalah seutas tali tebal yang mengarah ke bawah
最終更新日 : 2026-02-03 続きを読む