Perlahan-lahan mobil sedan warna gelap milik Adnan melaju di atas aspal jalanan. Ia mengemudi dengan hati-hati, menuju rumah sakit Umum Daerah yang terletak tak lebih dari lima kilometer dari hotel. Tujuan satu-satunya, menjemput robot medisnya. Saat mobilnya berhenti di depan halaman rumah sakit, pandangannya langsung tertuju pada satu titik di halaman terbuka. Robotnya, Zeta, sedang dikelilingi oleh sekelompok orang, di antaranya dokter berpakaian jas putih, perawat dengan baju seragam biru muda, dan beberapa pengunjung yang tampak terpesona dengan bentuk serta gerakan robot yang tampak sangat canggih.Tanpa berlama-lama, Adnan turun dari mobil dan menapaki lorong menuju lokasi kerumunan. Saat ia mendekat, lampu indikator di dahi Zeta berkedip berwarna biru muda, tanda robot tersebut telah menyadari keberadaannya."Maafkan saya, semuanya," ujar Adnan dengan suara yang jelas dan sopan, menyela diskusi yang tengah berlangsung. "Robot medis ini adalah milik saya. Saya datang untuk m
続きを読む