🥝 🥝 🥝 🥝 🥝 🥝 🥝 🥝 🥝 🥝"Dokter Adnan, nenek ini bilang dia tidak punya uang, tapi bisa nggak dicicil?" tanya Dokter Nayla sambil menunjuk ke arah Anwar yang sedang memegang erat-erat lengan nenek."Biarkan saja, Dokter Nayla. Aku tidak bisa memungut biaya pada orang yang membutuhkan," kata Adnan tegas sambil menyuntikkan epinefrin ke paha Anwar dengan tangan stabil. Beberapa detik kemudian, wajah Anwar yang pucat mulai memerah kembali.Beberapa menit kemudian, Anwar sadar kembali. Matanya terbuka lebar, pandangan nya bingung tapi tenang. "Apa ini tempat ajaib, pak? Saya merasa seperti diambil angin lalu terbang tadi," ucapnya lembut, suara nya kecil seperti suara burung murai.Adnan tersenyum, matanya hangat. "Ini bukan tempat ajaib, Nak. Ini tempat dimana orang baik membantu orang baik lainnya. Kalau kamu mau berterima kasih, jadilah orang baik yang bisa membantu orang lain suatu hari nanti.""Dan untuk nenek, jangan pikirkan biaya rumah sakitnya ya, ini gratis kok," kata Adna
Ler mais