"Anton bilang, lo punya informasi penting soal brankas rahasia milik Doni. Sebutkan lokasi pastinya sekarang, sebelum gue menyuruh anak buah gue buat memukul lo. Jangan berani berbohong, kalau lo masih mau keluar dari ruangan ini hidup-hidup."Mendengar gertakan tersebut, Siska menelan ludahnya susah payah menahan ketakutan yang mendalam."Doni masih menyimpan satu koper uang tunai sama paspor palsu di apartemen daerah Jakarta Selatan, Dok," jawab Siska dengan suara bergetar parah."Uang itu sengaja dia kumpulkan, dari hasil memotong anggaran proyek tanpa sepengetahuan Ibu Amara. Dia pasti lari ke sana buat mengambil uangnya, dan menyewa kelompok preman. Tolong lindungi saya, dari kejaran laki-laki gila itu hari ini."Berkat informasi berharga ini, Adrian menganggukkan kepalanya perlahan menerima fakta tersebut.Selanjutnya, laki-laki ini telah memastikan kebenaran informasi dari anak buahnya secara langsung. Dia bersiap menyusun strategi baru untuk meratakan sisa kehidupan Doni hari
最後更新 : 2026-05-22 閱讀更多