Perlahan, tawa puas mereka berdua menyusut tergantikan oleh kerutan kebingungan di dahi masing-masing yang mulai berkeringat. Kedua pria licik ini saling berpandangan mencoba mencari celah ketakutan dari gestur santai sang rival yang sangat tidak masuk akal.Sayangnya, duo pecundang itu sama sekali tidak menemukan raut keputusasaan dari Adrian yang bersandar nyaman layaknya penonton teater bioskop. Sebuah senyum tipis yang amat mengerikan perlahan terukir di sudut bibir sang dokter menyiratkan petaka besar yang tak terhindarkan.Tiba-tiba, insting membunuhnya bangkit, untuk meratakan kehidupan dua laki-laki yang berani mengganggu keselamatan wanita hamil kesayangannya.Melalui kelihaiannya bermain di balik bayangan tanpa tersentuh hukum, dia bersiap meluncurkan kejutan pamungkas yang telah dirancangnya bersama Anton sedari malam."Kita lihat saja siapa yang bakal membusuk di neraka paling gelap besok pagi," batin Adrian menekan tombol eksekusi rahasia di layar ponselnya. Keputusan fin
Read more