Revina menunduk dengan wajah merona malu, dengan perlahan dia mengangguk mengiyakan.“Aku tidak mendengar jawabanmu, Revina,” desak Theodor.“Ya,” jawab Revina singkat.“Ya untuk apa?”“Ya, aku mencintaimu Theodor.”Mendengar jawaban Revina, senyum lebar terkembang di bibir Theodor dengan cepat dia kembali melumat bibir Revina dan memeluknya erat. Untuk sesaat mereka terlena dengan lumatan bibir masing-masing. Saat tangan Theodor menelusup masuk ke balik pakaian Revina, wanita itu langsung menahan tangan Theodor.“Ada apa?”“Jangan sekarang, aku masih butuh waktu,” kata Revina gugup.Ada senyum tipis di bibir Theodor, dia kemudian menjauhkan tangannya dari tubuh Revina. “Baiklah Sayang, yang penting kamu sudah menerima cintaku,” kata Theodor dengan gaya yang dibuat-buat, membuat Revina tersenyum melihat respon Theodor.“Sekarang lepaskan aku, sebaiknya kita tidur sekarang,” kata Revina mencoba
続きを読む