Hari Senin kali ini terasa berbeda dari Senin-Senin sebelumnya. Ada sesuatu yang membuat segalanya terasa lebih ringan.Rian menghentikan motornya di depan Warzam. Dari kejauhan, suara ramai sudah terdengar, tawa, teriakan, dan panggilan nama bersahutan.Ia baru saja melepas helm ketika seseorang langsung menepuk bahunya.“Yan!”Rian menoleh.Belum sempat ia bereaksi, tubuhnya sudah ditarik ke dalam pelukan.“Lulus, anjir! Makasih ya udah ngajarin.”Rian tertawa kecil, masih sedikit kaget. Ia menepuk punggung temannya.“Sama-sama.”Satu per satu datang menghampiri. Ada yang menyalami, ada yang memeluk, ada juga yang hanya tersenyum lebar dari jauh.Rian menatap sekeliling. Anak-anak Warzam berkumpul, wajah-wajah yang biasanya terlihat santai... sekarang penuh lega.“Hayu ah, ke sekolah dulu.” Ajak seseorang.Tak lama, halaman sekolah dipenuhi siswa kelas tiga.Barisan berdiri rapi, tapi susasananya jauh dari tegang. Beberapa masih saling berbisik, ada yang tersenyum sendiri, ada juga
Last Updated : 2026-05-27 Read more