Menjadi sekretaris eksekutif Arion Richie ternyata tidak semengerikan bayanganku. Setidaknya, tidak semengerikan cerita horor para mantan sekretarisnya yang hanya bertahan hitungan minggu. Selama tiga hari pertama aku duduk di meja baruku—yang kini berada tepat di dalam ruangan luas sang Direktur—aku menyadari satu hal: Arion memiliki dua wajah yang sangat kontras. Kepada divisi lain, ia tetaplah "Si Es Batu" yang perfeksionis. Namun kepadaku, ia menunjukkan sisi yang nyaris... lembut. "Canna, jangan dipaksakan kalau matamu sudah lelah. Laporan Keuangan Konsolidasi itu bisa kita bahas besok pagi," ucapnya pelan sore itu tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya. "Saya ingin menyelesaikannya sekarang, Pak. Supaya jadwal Bapak yang lain tidak terganggu," jawabku tetap formal, meski hatiku berdesir. Ia mendongak, menatapku dengan binar yang sulit diartikan. "Sudah saya bilang, pangg
Last Updated : 2026-03-06 Read more