Duniaku telah berubah menjadi labirin bayangan sejak hari di mana pintu penthouse itu terbuka dan hanya menyisakan keheningan yang menyesakkan. Sudah berbulan-bulan, namun setiap kali aku memejamkan mata, aku masih mencium aroma mawar dan sabun mandi bayi yang selalu identik dengan Canna.Siang itu, di bawah terik matahari Bandung, aku berdiri di depan lobi Grand Sakura. Hotel ini adalah ambisiku. Aku membangunnya dari nol, batu demi batu, selama dua tahun penuh perjuangan. Seharusnya ini menjadi puncak kejayaanku, tapi berdiri di sini sekarang, aku merasa kosong. Aku memegang gunting emas, menatap pita merah yang melintang, namun pikiranku melayang pada kado Owl Babies yang kini kusimpan di laci terkunci di kantorku."Dan sekarang, kami persilakan perwakilan dari Richie Group, Bapak Arion Richie..."Suara pembawa acara itu terdengar jauh, seperti gema dari dasar sumur. Saat aku melangkah maju dan mataku menyisir barisan papan bunga yang berjajar rapi di sepanjang jalur lobi, jantungk
閱讀更多