Hari ini, tanganku yang biasanya luwes memegang pena dan mengetik dokumen resmi, terasa begitu kikuk. Di depanku, Yura sudah menyiapkan beberapa batang mawar merah muda, ranting eucalyptus, dan hamparan bunga krisan putih. Hari pertama magangku di kios Yura dimulai bukan dengan teori, melainkan langsung terjun ke lapangan: merangkai buket pertama."Canna, merangkai bunga itu seperti bercerita," kata Yura sambil menyerahkan sebuah gunting dahan yang tajam. "Kamu harus tahu siapa tokoh utamanya, siapa pendukungnya, dan bagaimana mereka semua bisa terlihat serasi dalam satu panggung."Aku menelan ludah, menatap bunga-bunga segar itu dengan perasaan gugup yang aneh. Dulu, aku sering menerima buket bunga dari Arion—buket mahal dari toko bunga ternama di Jakarta. Tapi saat itu, aku hanya penikmat. Sekarang, aku adalah penciptanya.Langkah pertama yang diajarkan Yura adalah teknik spiraling. Aku harus memegang batang bunga dengan satu tangan, lalu menyusun batang-batang berikutnya dengan pos
閱讀更多