Zhu Nian masuk menuju kamar pribadi ayahnya. Langkahnya pelan, anggun dan penuh percaya diri.Di balik pohon besar, Zhu Pei bungkam, tetap diam di tempat. Tubuhnya yang pendek hampir tak terlihat di balik bayang-bayang. Napasnya ia tahan, sekecil mungkin.'Apa hanya perasaanku saja?' pikir Zhu Nian, tak merasa ada hal aneh.Setelah Zhu Nian benar-benar menghilang di balik pintu, barulah dia turun.Zhu Pei menghela napas panjang, lega tak ketahuan.'Dia mau ke mana ya?' pikirnya, penasaran.Zhu Pei memutuskan mengikuti ke mana Zhu Nian pergi. Langkahnya ringan, tak bersuara, seperti bayangan yang menempel di dinding.Zhu Nian berjalan di lorong gelap. Hanya satu lentera kecil di tangannya yang menerangi jalan. Dinding-dinding batu lembab, dan sesekali terdengar tetesan air dari langit-langit.Dia berhenti tepat di depan pintu kamar, lalu duduk dengan anggun di depan pintu. Punggungnya tegak, rambutnya yang panjang tergerai rapi."Ayah," panggilnya, suaranya lembut tapi penuh wibawa.Da
Terakhir Diperbarui : 2026-04-14 Baca selengkapnya