"Sebelum itu, aku ingin bertanya di mana markas kalian," ucap Zhang Liu.Hong Min terdiam, ragu menjawab. Markas adalah tempat yang sangat sensitif. Ia menelan ludah, matanya bergerak gelisah.Zhang Liu melihat keraguannya. Tanpa banyak bicara, ia memberi isyarat pada Xiao Diyu. Kuda itu berjalan mendekat."Pedangku," pinta Zhang Liu.Xiao Diyu mengangguk. Dari mulutnya, pedang tanduk hitam keluar perlahan, berkilat dengan aura gelap.Zhang Liu mengambil pedang itu. Seketika, aura hitam mencekik dari artefak tanduk hitam itu menyebar ke seluruh area.Hong Min dan anak buahnya merinding, bulu kuduk mereka berdiri. Tekanan yang keluar dari pedang itu begitu pekat dan mencekam.'Dia punya pedang tanduk hitam?' pikir Hong Min syok. Wajahnya pucat, tangannya gemetar. Ia tak bisa berkutik."B-baiklah, akan kukatakan," ucap Hong Min menyerah. Ia menelan ludah, menunjuk ke arah utara. "Markas kami hanya cabang dan ada di gua balik pohon besar di sana."Zhang Liu mengangguk. "Lalu siapa pemimp
Magbasa pa