Zhang Liu mengepalkan tangan. Dia membalas perkataan Hun Mo dalam kepalanya. 'Aku tidak butuh bantuanmu!'Dengan penuh tekad, Zhang Liu menarik pedang di pinggangnya. Dia melirik ke arah pria yang terbang menjauh dengan pedangnya. Dalam hati ia bergumam. 'Zhu Pei, lihat saja kau nanti.'Ular sisik naga itu kini menaikkan kepalanya, menatap sosok Zhang Liu di atas perahu. Mata hijaunya yang besar tampak menyeramkan.Dengan satu lompatan ganas, Zhang Liu menerjang langsung ke arah moncong raksasa yang sedang menganga itu. Dia menyerang lebih dulu. Pedangnya berputar, menciptakan pusaran angin yang tajam.Namun pedang Zhang Liu masih tak bisa menebas, atau sekedar memberi luka pada ular itu. Dia kembali mendarat di atas perahunya sambil menggerutu. "Cih, sisiknya terlalu keras.""Lihat, kan? Kau masih terlalu lemah," celetuk Hun Mo dalam kepala Zhang Liu, nadanya penuh ejekan. "Jika itu aku, aku hanya perlu satu teknik saja untuk mengalahkannya."Zhang Liu semakin kesal mendengar ocehan
Read more