Siang harinya, matahari bersinar terik menyengat aspal jalanan. Satria berada di kamarnya, merapikan beberapa helai pakaian ke dalam tas ransel hitam besar. Di bagian dasar ransel itu, terdapat ruang rahasia berlapis busa tebal. Di sanalah ia menyusun rapi pistol polimer semi otomatisnya, tiga magasin penuh peluru, dan sebuah pisau taktis lipat. Setelah tertutup rapat, bagian atasnya ia isi dengan kaus, kemeja, dan jaket biasa agar terlihat seperti tas pakaian pada umumnya.Satria menenteng tas itu turun ke lantai bawah. Di ruang tengah, Vera sudah menunggunya sambil memegang kotak makan siang berbahan plastik warna biru."Ini bekalnya, Sat. Isinya nasi, ayam goreng, sama tumis buncis. Jangan lupa dimakan kalau udah sampai rest area nanti," kata Vera sambil menyodorkan kotak itu. Senyumnya terlihat sangat tulus.Satria menerima kotak bekal tersebut dan membalas senyumnya dengan hangat. "Siap, Bos. Nanti pasti aku habiskan di jalan. Ingat pesanku tadi pagi ya. Kunci rapat semua pintu k
Last Updated : 2026-08-18 Read more