Juned mendekatkan ponsel ke wajahnya, mencoba menenangkan Maudy. "Tadi aku lagi di luar, lagi ngobrol sama mamahmu di ruang tamu. Kenapa emangnya?" tanya Juned.Maudy mengembuskan napas panjang di layar, raut wajahnya masih tampak serius. "Duh, Mas, pokoknya kamu harus terima aset itu atas nama kamu! Aku gak mau nerima itu sama sekali, dan aku juga udah bilang hal yang sama ke Mama," cetus Maudy tegas.Juned menganggukkan kepalanya perlahan ke arah kamera ponsel. "Iya, tadi mamahmu udah cerita, dan akhirnya aku iya-in kok," jawab Juned pelan."Bagus deh," sahut Maudy, wajahnya mendadak berubah semakin kesal. "Soalnya tadi sore tuh Papa tiba-tiba telepon aku soal aset itu. Papa maksa banget kepengin aset itu atas nama aku, tapi langsung ku-tolak. Aku bilang biarin aja terserah Mama mau urus atas nama siapa, aku gak peduli!" gerutu Maudy menumpahkan kekesalannya terhadap sang ayah.Juned mengusap tengkuknya, mencoba mencairkan suasana. "Iya, makanya tadi biar aman, aset itu biar atas na
Last Updated : 2026-06-20 Read more