Sambil menarik napas sedalam mungkin demi meredam getaran di pita suaranya, Juned buru-buru menjawab pertanyaan Ratna di telepon. "Eh... m-maaf. Ini tadi saya... saya lagi beresin beberapa berkas yang berceceran di meja, jadi agak gak fokus ngomongnya," ucap Juned, beralasan dengan suara yang dipaksakan senormal mungkin.Di seberang saluran, Ratna terdengar mengembuskan napas, sepenuhnya menepis kecurigaan yang sempat terlintas. "Oalah, kirain kenapa. Ya sudah, kalau gitu kamu sama Caca istirahat dulu aja di sana sampai Pak Rio tiba nanti. Selesaiin tugas kalian dengan baik ya, Ned.""I-iya, Na. Siap," sahut Juned pendek. Begitu suara klik terdengar menandakan panggilan telah terputus dari seberang, Juned langsung melemparkan ponselnya ke atas kasur dengan asal.Ia menunduk, menatap tajam ke arah Caca yang perlahan melepaskan mulutnya dari ujung kejantanan Juned yang sudah basah dan menegang sempurna. "Kamu ini ya, Ca... sengaja banget? Kamu mau saya ketahuan sama Bu Ratna, hah?" bisi
Last Updated : 2026-06-25 Read more