"Ohh, saya ingat... Dia orang yang temani Bu Ratna waktu di pesta itu ya," ucap Jonathan sambil menyandarkan punggungnya, menatap Juned dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Tuan Besar yang duduk di ujung meja langsung melirik ke arah Jonathan, lalu ke arah Juned dengan dahi berkerut. "Hmmm??" Juned hanya bisa mengangguk dengan sopan, berusaha menjaga ekspresi wajahnya agar tetap tenang di bawah tatapan tajam pria itu. "Iya, dia supir saya yang waktu itu temani saya di acara pesta... Ternyata kamu masih ingat," sahut Ratna cepat, memecah suasana canggung yang sempat tercipta. "Tentu aja saya ingat, wajah kam-... Ah, maksud saya wajahnya gampang diingat," ucap Jonathan yang hampir saja keceplosan, meralat kalimatnya dengan cepat sebelum kata 'kampung' sempat lolos dari bibirnya. Tuan Besar manggut-manggut mendengar penjelasan tersebut. "Ohh, rupanya kalian sudah saling kenal ya." "I-iya, Tuan," jawab Juned singkat, lidahnya terasa sedikit kelu. "Mana berkasnya, Ned?"
Last Updated : 2026-03-27 Read more