"Jadi gini, Non. Pas saya lagi ngopi, nggak sengaja ketemu sama temennya Nyonya, Ibu Melinda. Terus dia minta diantar ke rumahnya, katanya mobilnya mogok," ucap Juned, mencoba mengatur nada bicaranya sealami mungkin. Maudy memutar cangkir cokelat panasnya, matanya menyipit menatap Juned. "Hmmm... kebetulan ya? Bukan janjian di sana?" tanya Maudy, suaranya terdengar masih penuh selidik. "Eng-enggak, Non! Beneran kebetulan ketemu kok," sahut Juned cepat, tangannya meremas pinggiran kursi kayu yang ia duduki. "Malah niatnya saya mau stay di sana nunggu Non Maudy selesai kuliah, biar bisa jemput Nyonya bareng nanti sorenya," tambah Juned, mencoba meyakinkan Maudy dengan alasan yang terdengar masuk akal. Maudy langsung menoleh, wajahnya menunjukkan keterkejutan yang nyata. "Masa!?" seru Maudy, matanya membelalak menatap Juned. "Beneran, Non," ucap Juned sambil mengangguk mantap, meski dalam hati ia merasa sangat bersalah. "Gak mungkin saya cerita yang sebenarnya ke Non Maudy. M
Last Updated : 2026-03-14 Read more