“Sangat penting!” balas Cassie dengan tegas.“Aku juga terluka dengan pertengkaran Dad dan Mom di masa lalu. Tapi, jangan tutupi perasaanmu sendiri. Jangan takut mencintai Serena, jika Serena menolakmu maka kau bisa berusaha membuatnya mencintaimu juga.”Martin termenung, lalu bulir air keluar dari sudut matanya dan membuatnya cepat-cepat mengusapnya.“Apa kau tidak mencintai Serena dan hanya ingin hidup bersama dengan Serena layaknya orang asing?” tanya Cassie.Martin mengangkat kepalanya. “Aku mencintainya,” lirihnya.Dan pada akhirnya Martin mengungkapkan perasaannya.Tentang cinta yang baginya mustahil, akhirnya ia bisa mengungkapkan cinta beserta nama dari perempuan yang paling ia sayang.“Tapi aku takut kita bertengkar dan pada akhirnya,” lirihnya.“Pertengkaran itu pasti terjadi, Martin.” Cassie mengusap rambutnya pelan.“Aku tahu kau begini karena tidak pernah berkencan. Dengarkan aku yang sering berkencan dengan pria.”Martin kesusahan menangani air matanya yang akan jatuh la
Mehr lesen