“Aku sudah berpikir, aku tidak bisa diam saja. Aku harus mengajukan laporan pada mereka,” ucap Serena sembari memasangkan dasi di leher Martin.“Tidak perlu, kamu tidak perlu muncul di publik,” jawab Martin menolak ide Serena.“Aku tidak bisa, aku harus muncul. Mereka yang merundungku seharusnya malu,” ucap Serena. “Bukan aku yang bersembunyi. Bagaimanapun aku sudah berpikir,” lanjutnya.Martin kemudian menghela napas dan mengangguk. “Aku akan menyelesaikannya secepat mungkin.”Serena berjinjit dan mengecup bibir suaminya pelan. “I love you,” ucapnya.“Aku mencaintaimu juga!” balas Martin setengah berteriak.Serena menepuk pelan dada suaminya itu, kemudian berjalan lebih dulu dan meninggalkannya.“Tunggu aku istriku!” Martin mengejar langkah Serena.Pagi yang menyenangkan, karena setelahnya mereka harus bekerja di kantor masing-masing.Lalu akan bertemu saat makan siang, karena Martin tidak sanggup makan tanpa istrinya.Ia selalu datang ke kantor Serena sembari membawa banyak makanan,
Mehr lesen