“Dia di usir, dia sekarang sedang berjalan sembari menangis,” ucapan seseorang dari telepon.Gunawan tersenyum puas. “Bagus, aku yakin mereka tidak akan bisa menututku,” ucapnya.Kemudian memainkan rokok yang berada di sela jarinya. “Berani-beraninya si bajiingan itu mengumpulkan bukti,” lirihnya. “Cari bajingan itu dan serahkan padaku.”“Baik, pak!” ucap seseorang di balik telepon.Gunawan tersenyum dengan penuh kemenangan. Lantas ia menyalakan televisi yang menampilkan seorang perempuan bergumul dengan pria.“Aku butuh perempuan cantik,” ucapnya kemudian berdiri.Lantas keluar dari ruangannya.Menatap sekitar dan melihat satu seorang petugas kebersihan yang sibuk mematikan lampu.Bibirnya yang keriput itu mulai tersenyum dengan senang.Wanita yang tidak terlalu tua, sangat pas, dengan tubuh yang masih bagus. Seketika, air liur Gunawan terasa semakin penuh di dalam mulutnya.Lantas ia buru-buru mendekat.“Permisi, kamu bisa ke ruangan saya? Di sana sedikit berantakan,” ucapnya pada p
Mehr lesen