Begitu Allard sampai ke kediamannya, pria itu berjalan masuk ke dalam kastil. Kepulangannya disambut oleh kesunyian yang mencekam. Saat Allard menoleh ke arah kastil barat yang sunyi dan gelap, sekilas ia merasakan saat Alice berada di tempat itu. Alice selalu berjalan dari sana, menatapnya, dan menyapanya meskipun dengan wajah dingin dan tatapan yang kadang berpaling. Tapi kini, Allard merasa seperti dipeluk oleh kesunyian yang menyedihkan, tanpa wanita itu. "Yang Mulia...." Suara Madam membuyarkan lamunan Allard. Allard menatap wanita setengah baya yang berjalan mendekatinya dan membawa beberapa tumpukan dokumen. "Yang Mulia, ada hal penting yang ingin saya sampaikan," ujar Madam Paloma menundukkan kepalanya. Allard mengangguk. "Ayo, di ruanganku," jawab pria itu. Madam Paloma berjalan di belakang Allard. Mereka masuk ke dalam ruangan kerja milik pria itu. Di dalam sana, Madam Paloma melihat beberapa tumpuk dokumen pekerjaan milik Allard yang tampaknya belum tersentuh sama se
Huling Na-update : 2026-04-27 Magbasa pa