LOGIN"Pernikahan ini adalah hukuman bagimu yang datang dalam hidupku dan dengan lancang menggantikan posisi mendiang istriku!" Selama lima tahun, Alice Alexandria terkurung dalam pernikahan yang penuh penderitaan. Menjadi istri seorang Duke Allard Von Stein, pria dingin berstatus duda yang memiliki satu putra. Alice hanyalah seorang istri yang Allard paksa hidup di bawah bayangan-bayang mendiang istrinya. Semenjak kedatangan adik perempuan dari mantan mendiang istri pertama Allard, Alice semakin tersisih dan keberadaannya semakin tidak dianggap oleh suami dan putranya. Merasa tidak sanggup menahan kepahitan pernikahanya, Alice mengajukan permintaan perceraian pada suaminya. Namun, Allard menolak tegas permintaan cerai dari Alice. Akan tetapi, Alice tidak menyerah untuk melepaskan diri dari suaminya!
View MoreAlice menghadiri acara makan malam atas undangan dan ajakan Alexander yang sampai menjemputnya di paviliun. Alice merasa seperti seorang wanita bangsawan penting saat masuk ke dalam ruangan makan yang sangat megah di dalam istana Grandvilles. Kemunculannya ditatap oleh semua orang di sana, termasuk Allard. "Ayo," ajak Alexander menggandeng Alice dengan mesra layaknya sepasang kekasih. Bahkan pria itu dengan sangat gentleman ia menarik kursi untuk Alice duduk dan mempersilakannya. Allard menatap mereka dengan tatapan tajam dan dingin. Iris hitamnya tidak lepas dari wanita cantik di depannya itu. Para tamu lainnya tampak kagum dengan kedekatan Alexander dan Alice, tanpa mereka takut bahwa Alice adalah mantan istri Allard. "Yang Mulia Putra Mahkota sangat pintar mencari calon istri. Lady Alice sangat cantik dan menawan," ucap salah seorang wanita menyanjung Alice. "Ya, saya harap Lady Alice akan betah tinggal di sini," sahut seorang pria tua di sebelahnya. "Calon istri, ya?" sah
Alice kembali menuju ke istana Grandvilles, ia berjalan kaki bersama Allard. Sungguh, Alice ingin berlari meninggalkan pria itu. Sampai Lisa berjalan jauh di belakang karena takut pada Allard. Saat Alice melihat seorang penjual kain, tanpa sadar di depannya ada kereta kuda yang melaju, dengan cepat Allard menarik lengan Alice hingga membuat wanita itu tersentak kaget sampai punggungnya menempel pada dada Allard. "Astaga!" Alice memegangi dadanya dengan mata melebar. Tiga kereta kuda itu kini lewat di hadapannya. Allard tersenyum melihat ekspresi wanita itu. "Kau masih percaya diri berjalan sendirian? Kau sangat ceroboh, apa jadinya kalau aku tidak ada ... kau pasti diinjak oleh kuda," bisik Allard. Alice langsung menoleh ke belakang dan melepaskan tangan Allard di lengannya. "Itu karena kau terus mengikutiku. Aku ke sini ingin berlibur agar aku bisa melupakanmu, tapi kau selalu mengusikku setiap detik! Aku sampai heran apa maumu!" seru Alice dengan kesalnya. "Ohh ... kalau kau
Alice dan Lisa berjalan-jalan berdua di kota Grandvilles, setelah orang-orang di istana Grandvilles sibuk. Alexander juga mengizinkan Alice dan memintanya untuk selalu berhati-hati. Grandvilles memiliki wilayah hutan dan Padang rumput yang sangat luas dan indah. Hanya berjarak beberapa meter saja, sudah keluar dari desa dan di suguhi oleh padang rumput indah. Di sana, dari jauh mereka akan melihat istana kerajaan Grandvilles yang begitu megah berdiri dengan kokoh seperti di dalam lukisan. "Padang rumput seindah ini tidak akan kita temukan di Raszberg, Yang Mulia Nyonya," ujar Lisa berlarian ke sana kemari. "Iya, Lisa. Tempat ini benar-benar sangat indah." Alice duduk di hamparan padang rumput yang luas. Di depan sana, banyak anak-anak kecil yang bermain dan berlarian. Dulu, Alice pikir bahwa Raszberg adalah surga dunia, tetapi setelah ia tahu sebuah tempat yang lebih jauh dan lebih indah, Alice ingin mengelilingi dunia itu. "Saya akan mencari bunga-bunga kecil yang banyak, saat k
Beberapa hari kemudian. Kedatangan Pangeran dari Raszberg membuat orang-orang di istana Grandvilles sangat sibuk sejak beberapa hari yang lalu. Alice yang tengah berada di paviliun istana Grandvilles, ia melihat kedatangan Allard bersama beberapa orang-orangnya. Melihat wajah pria itu sudah membuat Alice merasa sangat kesal. "Jadi ... Pangeran Allard itu, sungguh mantan suami Anda?" Kepala pelayan istana Grandvilles—Madam Ricca menatap Alice yang kini menatap lurus ke arah Allard dan rombongannya dari jauh. "Ya," jawab Alice. "Hahh, saya jadi meragukan alasan kunjungan beliau kemari, Nyonya Alice," ujar kepala pelayan, wanita dari kalangan tan skin atau berkulit cokelat itu menatap Alice dengan tatapan sendu. Madam Ricca berdiri di samping Alice di balik sebuah pohon anggur yang sangat lebat buahnya di teras paviliun. "Sepertinya, kedatangannya yang lebih awal dibandingkan tanggal yang sudah ditentukan sejak awal ... itu bukan alasan. Kedatangannya yang sesungguhnya mung
Alice hanya dapat menghibur diri dengan memberi makan pada burung-burung merpati liar yang sering hinggap di dekat paviliun. Akan tetapi, sejak beberapa menit yang lalu, Alice merasakan diam-diam ia sedang diawasi oleh sosok mungil di balik pilar yang sepertinya cemberut menatapnya. Alice tersen
Setelah acara selesai, semua tamu undangan berpamitan untuk pulang. Bahkan Luciana meninggalkan ruangan itu untuk mencari Xander di luar. Tersisa Alice dan Ratu Caroline di dalam ruangan megah bernuansa emas dan perapian yang hangat. "Ibu Ratu, saya meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi di a
Kegiatan amal yang Alice lakukan baru saja rampung setelah matahari terbenam dan hari mulai gelap. Bersama para pelayan dan pengawal, Alice bersiap untuk pulang. Di sana, Alice melihat para warga antusias mengantarkan kepergiannya sampai di perbatasan desa. "Yang Mulia, tolong berhati-hati dan
Pagi ini Alice dijemput di paviliun oleh Madam Paloma. Kepala Pelayan itu mengatakan bahwa Alice harus tetap hadir untuk menemani suaminya makan bersama di kediaman utama. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam kediaman Duke dari pintu samping. Namun, begitu sampai di dalam rumah, langkah Alice te






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore