Setibanya di kastil, Arshen dan Xander tercengang saat mereka membuka kotak cemilan yang Allard bawa. "Hah? Kacang walnut dan selai?" Arshen menoleh pada Allard. "A-anda membeli ini semua, Yang Mulia?" "Ya," jawab Allard. "Kacang panggangnya sangat enak," sahut Xander mencicipinya. Anak itu menoleh pada Arshen. "Paman mau?" "Berikan dia secukupnya, Xander ... kacang itu sangat istimewa untuk Ayah!" sahut Allard. Arshen menelan ludah, sebelum pria berambut panjang itu terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Ia melirik Allard yang memasang raut wajah kaku. "Oh, tidak, tidak, tidak, Pangeran kecil. Paman sudah kenyang," jawabnya. Arshen memilih menolak daripada ia harus berurusan dengan tuannya yang memandangnya dengan tatapan menyeramkan itu. Xander menikmati makanan itu, Allard hanya diam menatapnya. Sampai Xander menyadari kalau ia tengah ditatap dengan lekat oleh sang Ayah. "Apa Ayah juga akan marah kalau aku yang memakannya?" tanya anak itu. "Tidak," jawab Allard. Hal itu m
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-05-01 อ่านเพิ่มเติม