"Yang Mulia, Nyonya Alice hanya demam biasa efek dari kelelahan dari aktivitas kesehariannya yang berat. Setelah saya resepkan obat, demam beliau pasti akan segera turun." Dokter Rupert menatap Allard yang masih terlihat cemas. Allard kini masih berada di depan kediaman Alice, ia tidak berani masuk dan hanya mengawasi dari kejauhan. "Pastikan besok pagi Anda datang kembali ke sini, Dokter Rupert," perintah Allard. "Tolak bila wanita itu memberikanmu upah." Pria tua dengan balutan jas putih itu menundukkan kepalanya. "Saya mengerti, Yang Mulia," jawab Dokter Rupert. "Kalau begitu, saya pamit untuk pergi lebih dulu." Setelah Dokter Rupert pergi, Allard masih belum beranjak. Pria itu bersama Arshen dan beberapa ksatria yang berjaga di sana. "Kalian tetaplah di sini," ujar Allard pada para orang-orangnya tersebut. "Baik, Yang Mulia." Allard masih memperhatikan tempat tinggal Alice yang sudah tertutup rapat. Setelah itu, Allard barulah memutuskan untuk pergi. Meskipun hatinya tidak
Huling Na-update : 2026-05-04 Magbasa pa